Kabaharwathan Kemhan beserta Sesbaharwathan Kemhan mendampingi Menhan RI Menghadiri acara penerimaan dan penyerahan Kendaraan Tempur Amfibi AAV M-35 untuk memperkuat Korps Marinir TNI Angkatan Laut Jakarta.(28/09/2026)
Rabu, 30 September 2026

Penyambutan Kendaraan Tempur Amfibi AAV M-35 dihadiri sejumlah pejabat utama yang seluruhnya merupakan Warga Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A. Ketua Komisi I DPR RI, Drs. Utut Adianto. Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, S.E., M.M. dan Menhan RI didampingi oleh Kabaharwathan Kemhan Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, ST., M.Tr. Opsla, IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., Kabaloghan Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng. dan Sesbaharwathan Kemhan Mayjen TNI Rio Hendrawan Alin Putra, S.I.P., M.I.P., M.S.SICS. beserta Pati Kemhan yang lainnya.
Kendaraan Tempur AAV M-35 merupakan Amphibious Assault Vehicle (AAV) / Kendaraan Tempur Amfibi Pengangkut Personel, varian AAV-7A1, berasal dari Amerika Serikat dan menggunakan sistem penggerak Tracked / roda rantai. Kendaraan ini memiliki kemampuan beroperasi di wilayah perairan maupun daratan serta mendukung pergerakan pasukan dari laut menuju pantai hingga melanjutkan pergerakan menuju sasaran di darat.
AAV M-35 merupakan pengembangan/penamaan dari AAV7A1 RAM/RS (Reliability, Availability, Maintainability/Rebuild to Standard) untuk mendukung kebutuhan operasi Korps Marinir. Dengan masuknya ke jajaran Korps Marinir, penamaan ranpur tersebut menjadi AAV M-35. M-35 memiliki makna: M berarti Marinir, angka 3 merepresentasikan tiga awak kendaraan yang terdiri atas Komandan Kendaraan (Danran), pengemudi, dan penembak, sedangkan angka 5 merepresentasikan kemampuan jelajah kendaraan dalam menghadapi kondisi laut hingga Sea State 5, sehingga mampu mendukung operasi pendaratan amfibi dari laut menuju pantai.


