Ulama Berperan Penting Siapkan Santri Jadi Generasi Yang Miliki Nasionalisme dan Kesadaran Bela Nega

Dalam menghadapi tantangan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada masa kini dan mendatang, peran Ulama termasuk Ulama Tariqah sebagai panutan umat dan pengasuh pondok pesantren sangat penting terutama untuk mempersiapkan para santri menjadi generasi yang memiliki nasionalisme dan kesadaran bela negara yang sejati yang berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945.

Demikian dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan sambutan pada acara Silaturrahim Mursyid Thariqah dengan TNI dan Polri, Sabtu (16/1) di Kompleks Pondok Pesantren Modern Al Quran Buaran, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Menhan mengatakan bahwa kekuatan yang dibangun melalui kesadaran bela negara ini bukan kekuatan yang bersifat fisik atau materiil saja, tetapi merupakan kekuatan jiwa yang didasari oleh kecintaannya yang mendalam kepada bangsa dan negaranya. Inilah kekuatan yang maha dahsyat yang disebut sebagai bela negara.

Menurut Menhan, jika kesadaran bela negara masyarakat tinggi, maka pengaruh ajakan radikalisme tidak akan terjadi kepada masyarakat. Untuk itu, lebih lanjut Menhan menyambut baik atas diselenggarakannya acara silaturahim ini dan diharapkan akan dapat menggugah kesadaran semua komponen bangsa Indonesia utamanya para Ulama dan Santri untuk siap menjadi duta Kementerian Pertahanan didalam menumbuhkembangkan kesadaran bela negara dan cinta tanah air.

“Jadikan nilai nilai bela negara sebagai landasan sikap dan prilaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Pelopori dan perkokoh persatuan dan kesatuan diantara seluruh elemen bangsa, karena hanya melalui persatuan dan kesatuan itulah bangsa Indonesia akan dapat menyelesaikan setiap permasalahan”, pesan Menhan.

Acara silaturahim Mursyid Thariqah se-Indonesia dan luar negeri bersama TNI dan Polri merupakan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H/2016 M yang digelar Kanzus Sholawat dengan ahlul bait Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya bekerjasama dengan Jamiyah Ahlith Thoriqoh al Muktabaroh An-Nahdiyah .

Acara ini diikuti peserta kurang lebih 15.000 orang dari berbagai daerah. Selain dihadiri ratusan Ulama Thariqah se-Indonesia, pada acara ini juga hadir beberapa ulama terkemukan dari negara – negara sahabat. . (BDI)