KEGIATAN RAPAT AUDIT TEKNOLOGI PRODUKSI ROKET R-HAN 122B 14 SEPTEMBER 2018

Jumat, 14 September 2018

Kegiatan rapat audit Teknologi di BPPT dilaksanakan pada tanggal 14 September 2018 di BPPT lt. 24 Kemenristek Dikti. Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Dr.Ir. Jumain Appe M.Si. dan dihadiri pula oleh Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, Pejabat Kemhan, Balitbang Kemhan, KKIP, BPPT, Bappenas, PT. DI, PT. Pindad, PT. Dahana, Staf Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti dan undangan lainnya.

1

Kegiatan ini membahas diantaranya tentang pentingnya audit Teknologi Roket untuk speed up grand desain roket nasional untuk pedoman dukungan anggaran oleh Bappenas dalam rangka Industrialisasi Roket menuju produk massa untuk pengguna/user. Audit Teknologi ini akan dilaksanakan di PT.DI, PT.Pindad, PT.Dahana dan Lapan dalam rangka untuk mengetahui Teknologi readiness levelnya untuk produksi Roket R-Han 122b. Dimana terdapat dalam tujuh Program Prioritas Industri Pertahanan Nasional yaitu : Roket, Rudal, Propelan, Radar, Kapal Selam, Pesawat Tempur KFX/IFX, dan Medium Tank. Untuk itu guna mengetahui peta kemampuan penguasaan, pengembangan dan produksi teknologi pertahanan maka perlu adanya Audit Teknologi Kemampuan Industri Pertahanan Nasional.

Audit Teknologi Industri Pertahanan ini dilakukan dengan tujuan:

  1. Memotret status:

  1. Kemampuan teknologi (technology capability) PT. Dirgantara Indonesia secara umum;

  2. Kandungan teknologi (technology content) yang menggambarkan tingkat kemajuan teknologi yang diterapkan di PT. Dirgantara Indonesia.

2) Mengetahui status pengembangan (development), kerekayasaan (engineering), dan manufaktur (manufacturing) produk Roket RHAN-122B

4

Dalam Potret Industri Pertahanan diantaranya, meliputi :

      1. Kemampuan teknologi (technology capability), yaitu kapabilitas produksi (production capability), kapabilitas inovation (innovation capability) dan kapabilitas investasi (investment capability).

      2. Aset teknologi (technoware, humanware, inforware, dan organware).

      3. Kandungan teknologi (technology content), yaitu tingkat kemajuan teknologi yang diterapkan.

      4. Status pengadaan setiap CTE per produk.

      1. TRL (Technology Readiness Levels) dan Integration Readiness Level dari masing-masing CTE (Critical Technology Elements) per produk.

      2. SRL (System Readiness Level) Rhan 122.

      3. Tingkat kesiapan integrasi (IRL – Innovation Readiness Levels) dan manufaktur (MRL – Manufacturing Readiness Levels) Rhan 122.

5

Kegiatan Rapat Audit Teknologi ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar. (Red. Bag Datin)

.

♥ KOMENTAR, SARAN, MASUKAN… KIRIM KE : komentar.pothan@kemhan.go.id

♦ FOTO-FOTO KEGIATAN RAPAT AUDIT KLIK DISINI




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia