Interactive Discussion Integrasi Perangkat dan Sistem melalui Single Sign-On (SSO) TA. 2026

Thursday, 24 September 2026

Jakarta, 24 September 2026 – Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan RI menyelenggarakan Interactive Discussion Integrasi Perangkat dan Sistem melalui Single Sign-On (SSO) TA. 2026 sebagai forum untuk menyamakan pemahaman dan membahas rencana integrasi berbagai perangkat, sistem, dan aplikasi di lingkungan Kementerian Pertahanan melalui penerapan Single Sign-On (SSO).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Untung Suropati Pusdatin Kemhan tersebut dipimpin oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan, Marsekal Pertama TNI Rudi Firmansyah Asari, S.M., M.M., serta menghadirkan narasumber dari Telkomsat, Bapak Alto Belly. Kegiatan diikuti oleh perwakilan satuan kerja di lingkungan Kementerian Pertahanan sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi layanan digital dan mendukung transformasi digital di lingkungan Kemhan.

Mendorong Integrasi Layanan Digital melalui SSO

Dalam sambutannya, Kapusdatin Kemhan Marsekal Pertama TNI Rudi Firmansyah Asari, S.M., M.M. menyampaikan bahwa penerapan SSO diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses berbagai aplikasi di lingkungan Kemhan dengan menggunakan satu akun yang telah terverifikasi.

Di sisi lain, implementasi SSO perlu didukung dengan identifikasi sistem yang akan diintegrasikan, kesiapan infrastruktur, ketentuan keamanan informasi, serta tata kelola pengelolaan identitas dan hak akses. Oleh karena itu, Interactive Discussion ini menjadi forum untuk menyamakan pemahaman sekaligus mengidentifikasi sistem informasi dan aplikasi pada masing-masing satuan kerja yang memiliki kebutuhan untuk diintegrasikan.

Kepala Bidang Manajemen Data dan Sistem Aplikasi, Penata Tk. I III/d Marah Alam Tanjung, S.Kom., M.MT., M.Sc., dalam pengantarnya menyampaikan bahwa salah satu fokus utama kegiatan adalah penerapan SSO dan integrasi layanan atau aplikasi sehingga berbagai sistem di lingkungan Kemhan dapat diakses secara lebih terintegrasi.

Pembangunan dan pengembangan sistem tersebut mengacu pada kebijakan pemerintah mengenai pemerintahan berbasis elektronik dan transformasi digital, serta ketentuan teknis pembangunan dan pengembangan aplikasi. Saat ini, berbagai satuan kerja telah menggunakan aplikasi dengan mekanisme login, akun pengguna, dan pengelolaan akses yang berbeda-beda. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar perlunya integrasi melalui mekanisme SSO.

Satu Identitas, Satu Kali Login, Berbagai Layanan

Dalam paparan mengenai implementasi SSO, dijelaskan bahwa SSO dikembangkan sebagai mekanisme untuk menyederhanakan proses autentikasi melalui satu identitas pengguna yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan sesuai kewenangannya. Dengan mekanisme tersebut, pengguna tidak perlu melakukan autentikasi berulang kali pada setiap aplikasi.

Konsep yang dikembangkan mengusung prinsip “Satu Identitas – Satu Kali Login – Berbagai Layanan atau Aplikasi.” Setelah pengguna melakukan autentikasi, sistem akan mengenali identitas dan kewenangan pengguna. Selanjutnya, aplikasi dan layanan yang dapat diakses akan ditampilkan berdasarkan role dan hak akses masing-masing.

Penerapan SSO tidak berarti seluruh pengguna memperoleh akses terhadap aplikasi yang sama. Hak akses tetap diberikan berdasarkan tugas, fungsi, jabatan, dan kewenangan pengguna sehingga aspek keamanan dan pengendalian akses tetap menjadi bagian penting dalam implementasinya.

Portal Collaboration sebagai Pintu Masuk Layanan Digital

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan konsep Portal Collaboration yang akan terhubung dengan mekanisme SSO dan berfungsi sebagai pintu masuk utama menuju berbagai layanan digital Kemhan.

Portal Collaboration dirancang untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan berbagai aplikasi yang digunakan di lingkungan Kemhan. Melalui konsep tersebut, pengguna tidak perlu mencari dan membuka aplikasi satu per satu. Setelah masuk ke portal, pengguna dapat melihat berbagai aplikasi dan layanan sesuai dengan hak akses yang dimilikinya.

Aplikasi yang telah dikembangkan oleh masing-masing satuan kerja tetap dapat dimanfaatkan dan selanjutnya diarahkan untuk diintegrasikan dengan mekanisme SSO. Untuk mendukung proses tersebut, diperlukan inventarisasi dan pendataan aplikasi yang saat ini telah berjalan di seluruh satuan kerja.

Pendataan tersebut meliputi informasi mengenai aplikasi yang tersedia, pengguna dan administrator aplikasi, mekanisme autentikasi, serta kesiapan teknis masing-masing aplikasi untuk diintegrasikan. Proses integrasi juga memerlukan kolaborasi antara tim pengelola portal dengan tim teknis dari satuan kerja pemilik aplikasi melalui proses assessment dan pembahasan teknis untuk memastikan keamanan dan kesiapan sistem.

Pengembangan Berbagai Fitur dan Layanan Digital

Dalam paparan kegiatan turut diperkenalkan sejumlah fitur dan layanan yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan digital di lingkungan Kemhan, antara lain layanan pengajuan cuti, survei internal, tautan digital atau short link, Meeting & Document AI, manajemen rapat, serta Mobile Super Apps.

Layanan pengajuan cuti memungkinkan pengguna melakukan pengajuan secara digital, sementara proses persetujuan dapat dipantau hingga memperoleh keputusan pimpinan. Pimpinan juga dapat memperoleh informasi mengenai personel yang sedang melaksanakan cuti dalam rangka mendukung monitoring pada unit kerja.

Portal juga dirancang memiliki fungsi survei internal sehingga satuan kerja dapat membuat survei sesuai kebutuhan tanpa selalu bergantung pada layanan eksternal. Sementara itu, fitur tautan digital atau short link ditujukan untuk menghasilkan tautan yang lebih mudah diingat dan dibagikan sekaligus memberikan identitas bahwa tautan tersebut berasal dari lingkungan resmi Kemhan.

Pada fitur Meeting & Document AI, diperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu menghasilkan ringkasan dari dokumen atau materi hasil rapat yang diunggah ke dalam sistem. Fitur tersebut diharapkan dapat membantu pengguna memperoleh inti pembahasan serta informasi mengenai tugas dan tindak lanjut rapat secara lebih cepat.

Selain itu, fitur manajemen rapat memungkinkan pimpinan memberikan tugas sekaligus melakukan monitoring terhadap progres pekerjaan, baik yang telah selesai, sedang berlangsung, maupun yang telah melewati batas waktu. Konsep Mobile Super Apps juga diarahkan untuk menggabungkan berbagai layanan dalam satu aplikasi mobile sehingga pengguna tidak perlu memasang banyak aplikasi secara terpisah.

Penguatan Aspek Keamanan dan Kesiapan Pengguna

Sesi diskusi dan tanya jawab membahas berbagai aspek teknis maupun kebutuhan pengguna dalam implementasi SSO dan Super App. Salah satu pembahasan mencakup dukungan aplikasi terhadap jaringan 4G dan 5G serta rencana penyediaan aplikasi melalui App Store dan Google Play Store dengan akses yang bersifat privat melalui tautan dari portal.

Peserta juga menyampaikan pentingnya sosialisasi dan edukasi digital kepada seluruh personel sebelum implementasi dilakukan secara menyeluruh. Edukasi tersebut mencakup konsep dan manfaat digitalisasi, tata cara penggunaan aplikasi, keamanan perangkat, keamanan akun dan kata sandi, perlindungan data, serta kesadaran terhadap risiko keamanan.

Kemudahan penggunaan dan pendampingan pengguna turut menjadi perhatian, mengingat tingkat pemahaman dan kebiasaan penggunaan aplikasi digital setiap personel dapat berbeda. Implementasi Super App juga diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan serta tidak terbatas pada layanan administrasi, tetapi dapat mendukung pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja personel.

Dalam diskusi juga dibahas kebutuhan agar pimpinan dapat memperoleh informasi mengenai aktivitas, tugas, perkembangan pekerjaan, serta kondisi pelaksanaan kegiatan pada masing-masing satuan kerja. Sementara itu, untuk integrasi aplikasi yang memiliki keterkaitan dengan sistem eksternal, seperti layanan yang berhubungan dengan BKN, diperlukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait sesuai dengan tahapan dan mekanisme layanan yang berlaku.

Menuju Layanan Digital Kemhan yang Terintegrasi

Dari pelaksanaan kegiatan, disepakati sejumlah tindak lanjut, antara lain melaksanakan inventarisasi seluruh aplikasi yang digunakan di lingkungan Kementerian Pertahanan, meningkatkan koordinasi antara Pusdatin dengan satuan kerja pemilik aplikasi, serta menyempurnakan Portal Collaboration berdasarkan masukan yang diperoleh selama kegiatan.

Selain itu, diperlukan percepatan penyelesaian program dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, pengendalian akses, serta pengelolaan identitas sebagai bagian penting dalam implementasi SSO.

Implementasi SSO dipahami tidak hanya sebagai upaya menyederhanakan proses login, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan layanan digital Kemhan yang terintegrasi. Melalui SSO dan Portal Collaboration, diharapkan dapat terwujud mekanisme satu identitas dan satu pintu akses terhadap berbagai layanan digital, dengan tetap menerapkan pembatasan akses berdasarkan role, tugas, fungsi, dan kewenangan pengguna.

Penyelenggaraan Interactive Discussion Integrasi Perangkat dan Sistem melalui Single Sign-On (SSO) TA. 2026 menjadi bagian dari upaya Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan dalam memperkuat integrasi sistem informasi dan mendukung transformasi digital di lingkungan Kemhan. Melalui kolaborasi antara Pusdatin dan seluruh satuan kerja, implementasi SSO diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan digital yang terintegrasi, aman, efektif, dan mudah digunakan sesuai kebutuhan organisasi.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia