Minggu Bela Negara Bulan September 2026

Monday, 21 September 2026

 Jakarta, 21 September 2026 – Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pertahanan kembali melaksanakan kegiatan Minggu Bela Negara sebagai bagian dari upaya pembinaan kesadaran bela negara, penguatan karakter kebangsaan, serta peningkatan pemahaman personel mengenai pentingnya membangun ketahanan nasional di tengah perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi informasi.

Mengangkat tema “Ketahanan Nasional: Kuat dari Dalam, Tangguh di Era Digital”, kegiatan ini menghadirkan materi yang menekankan bahwa ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab negara dan institusi pertahanan, tetapi juga dibangun melalui kontribusi setiap individu dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, materi Ketahanan Nasional disampaikan oleh Penata III/c Rizqi Afdhani, S.T., M.Kom. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan nasional akan semakin kuat apabila setiap unsur bangsa memiliki kesadaran, karakter, dan kemampuan untuk beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Materi yang disampaikan mengangkat konsep Asta Gatra sebagai salah satu landasan dalam memahami ketahanan nasional. Asta Gatra terdiri atas Trigatra, yaitu aspek geografi, kekayaan alam, dan kependudukan, serta Pancagatra yang meliputi aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Seluruh aspek tersebut memiliki keterkaitan yang saling mendukung dalam membentuk kekuatan dan ketangguhan bangsa.

Dalam konteks era digital, penguatan ketahanan nasional membutuhkan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai perkembangan teknologi dan dinamika informasi. Kemajuan teknologi tidak hanya memberikan peluang untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa ancaman terhadap keamanan informasi, penyebaran informasi yang tidak benar, serta potensi penyalahgunaan ruang digital.

Oleh karena itu, setiap personel dituntut untuk memiliki literasi digital, menjaga etika dalam bermedia, menyaring informasi secara bijak, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kesadaran individu dalam menjaga keamanan informasi menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan organisasi dan mendukung kepentingan pertahanan negara.

Dalam penyampaian materi juga ditekankan bahwa membangun ketahanan nasional dapat dimulai dari “meja kerja kita”. Hal tersebut menggambarkan bahwa nilai-nilai bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti melaksanakan tugas dengan disiplin, menjaga integritas, bekerja secara profesional, mematuhi aturan, menjaga keamanan informasi, membangun kerja sama, serta memberikan kontribusi positif bagi organisasi.

Sebagaimana sebuah rumah yang tidak hanya bergantung pada kuatnya pintu dan dinding, tetapi juga pada kesadaran penghuninya dalam menjaga keamanan, demikian pula ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh sistem yang dibangun, tetapi juga oleh karakter dan tanggung jawab setiap individu di dalamnya. “Rumah yang aman bukan yang pintunya terbuat dari besi, tetapi dari penghuni yang menyimpan kuncinya dengan baik.” Perumpamaan tersebut menggambarkan pentingnya kesadaran, kepercayaan, dan tanggung jawab dalam menjaga apa yang menjadi amanah bersama.

Nilai-nilai bela negara seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara dapat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari di lingkungan kerja. Setiap personel memiliki peran strategis dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, peduli, dan memiliki semangat pengabdian.

Melalui kegiatan Minggu Bela Negara ini, diharapkan seluruh personel Pusdatin Kementerian Pertahanan semakin memahami bahwa ketahanan nasional merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus diperkuat. Dengan membangun ketahanan dari dalam, meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan era digital, serta mengamalkan nilai-nilai bela negara mulai dari lingkungan kerja masing-masing, seluruh personel diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia pertahanan yang tangguh, adaptif, dan berkontribusi dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia