Menhan : Hadapi MEA Dengan Strategi Melepas Ego Sektoral

Kamis, 18 Februari 2016

Aceh20160218_122604, DMC – Menteri Pertahanan mengatakan didalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA ) perlu dilakukan strategi melepaskan ego sektoral, serta patuh terhadap kebijakan yang telah dirumuskan oleh pemerintah (kepastian hukum, birokrasi yang sederhana).
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan hal tersebut saat memberikan kuliah umum, kepada mahasiswa, dosen dan Civitas Universitas Malikussaleh, Kamis (18/2), di kampus Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh.
Pada kesempatan kuliah umum di Aceh ini Menhan mengangkat tema “Geopolitik Indonesia dalam Konstelasi Regional: Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 melalui Jiwa dan Semangat Bela Negara”.

Lebih lanjut Menhan Ryamizard mengungkapkan strategi lainnya dalam menghadapi MEA yaitu bekali dan perkuat kualitas SDM dengan pendidikan untuk meningkatkan daya saing barang dan jasa sesuai 12 sektor prioritas yang akan menjadi kekuata baru dunia.
Dijelaskan Menhan, 12 sektor yang dijadikan prioritas yang dimaksud adalah tujuh sektor barang seperti; industri pertanian, peralatan elektonik, otomotif, perikanan, industri berbasis karet, industri berbasis kayu, dan tekstil. Dan lima sektor jasa meliputi transportasi udara, pelayanan kesehatan, pariwisata, logistik, dan industri teknologi informasi atau e-ASEAN.

Hal ini menurut Menhan berguna agar bangsa Indonesia tidak tenggelam dalam persaingan.
Menhan juga menambahkan bahwa faktor pengetahuan teknologi IT sangat penting harus dikuasai, khususnya oleh para pemuda dan mahasiswa. Karena seluruh kehidupan dimasa depan selalu menggunakan peralatan canggih.
Menhan juga mengingatkan kembali bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks termasuk menghadapi MEA yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia.

Untuk itu peran semua komponen bangsa sangatlah penting dalam rangka memelihara sikap nasionalisme dan kesadaran bela negara yang sejati yang berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Apapun yang terjadi kita harus bersatu dan itu adalah modal dasar, sumber daya alam banyak dan melimpah harus digunakan sebaik baiknya dan bersatu pasti kita akan menang” Ungkap Menhan.
Turut mendampingi Menhan pada acara kuliah umum tersebut, Rektor Universitas Malikussaleh, Prof.Dr. H. Apridar,S.E, M.Si, dan Staf Khusus Menhan Bidang Ekonomi, Adnan Ganto. (MAW).

 




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia