Menhan: Rakyat Adalah Basis Kekuatan Bangsa

Selasa, 9 Agustus 2016

Jakartatmp_4596-687324sekjen-ceramah-ppra-lemhannas-2016-1207136923 – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan penilaian terhadap kekuatan pertahanan negara sama sekali bukan hanya dinilai seberapa besar anggaran dan kekuatan Alustsisnya, namun kekuatan tersebut utamanya berada pada persatuan dan kesatuan rakyat yang memiliki kecintaan sejati kepada bangsa dan negaranya. Karena pada dasarnya rakyat adalah basis kekuatan bangsa.

Hal tersebut dikatakan Menhan dalam ceramah tertulisnya kepada Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) 2016. Ceramah tertulis Menhan dengan tema “Kebijakan dan Strategi Pertahanan Negara” tersebut dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Widodo, Selasa (9/8) di kantor Lemhannas, Jakarta.

Lebih lanjut Menhan mengatakan sistem pertahanan khas Indonesia yang paling efektif untuk menangkal semua potensi ancaman terhadap kepentingan negara adalah strategi pertahanan rakyat semesta.

Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan dalam mendesain strategi pertahanan negara mengedepankan nilai – nilai perjuangan yang lahir dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu perjuangan yang menerapkan konsep perang rakyat semesta.

“Dalam pembangunan sistem pertahanan Republik Indonesia, telah saya arahkan dengan mengedepankan perpaduan antara pengembangan kekuatan non fisik atau jiwa bangsa Indonesia melalui kesadaran bela negara yang didukung oleh kekuatan TNI beserta Alutsistanya”, jelas Menhan.

Lebih lanjut Menhan menjelaskan, pembangunan pertahanan rakyat semesta tersebut meliputi pembangunan profesionalisme TNI, penyiapan dan pengembangan kekuatan rakyat serta mengembangkan teknologi pertahanan dalam mendukung ketersediaan Alutsista.

Pembangunan profesionalisme TNI diarahkan secara sinergi dan berkesinambungan untuk mewujudkan postur TNI yang kuat, handal dan disegani di tingkat regional serta mendukung posisi tawar Indonesia dalam ajang diplomasi pertahanan.

Sedangkan pembangunan kekuatan rakyat yang dilakukan dengan mengedepankan pembangunan kekuatan jiwa rakyat dengan semangat bela negara diharapkan dapat memberikan efek daya gentar atau deterrent effect terhadap segala bentuk potensi ancaman. (BDI/ACP)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia