Ditengah Pertarungan Ideologi, Pola Pikir Mahasiswa Dipengaruhi Rasa Nasionalisme

Sabtu, 1 Oktober 2016

Surabaya tmp_6592-20161001_102957-610274828– Cerminan sikap dan pola pikir mahasiswa sangat dipengaruhi pemahaman rasa nasionalisme dan patriotisme mahasiswa ditengah pertarungan ideologi transnasionalisme serta bagaimana mempraktekkannya dalam sendi kehidupan sehari-hari sebagai anak bangsa.

Hal ini diungkapkan Dirjen Potensi Pertahanan, Timbul Siahaan, saat mengisi ceramah pada forum Seminar dan Lokakarya Nasional “Bela Negara” perguruan tinggi negeri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Sabtu (1/10), di Kampus UPN Veteran, Surabaya.

Semangat nasionalisme dan patriotisme menurut Dirjen Pothan, sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa. Hal ini juga dapat memberikan dampak kepada setiap elemen bangsa untuk bekerja dan berjuang keras mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. ” Jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa ini merupakan modal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan”,ungkap Dirjen Pothan.

Pada kesempatan semiloka Bela Negara saat ini, Dirjen Pothan mengajak para mahasiswa untuk memberikan perhatian khusus kepada kondisi rendahnya rasa nasionalisme dan patriotisme bangsa pada masa sekarang.

Hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan dan gaya hidup yang sangat dinamis sehingga terjadi degradasi ahlak dan moral terutama pada para generasi muda. Namun bila fenomena tersebut tidak ditangani secara sungguh-sungguh, maka Dirjen Pothan berpendapat persoalan ini pada waktunya dapat menjadi “ancaman nyata” yang pasti berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan nasional.

Terkait hal itu juga, Dirjen Pothan mengatakan dalam menghadapi permasalahan yang serba kompleks dewasa ini, sebagai bangsa pejuang harus mempertahankan nilai-nilai kejuangan dan sikap bela negara yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa. Termasuk di dalamnya, semangat persatuan dan kesatuan yang diakui sebagai kekuatan bangsa

” apabila rasa nasionalisme dan patriotisme dilakukan berkesinambungan sejak usia dini atau dari pendidikan dasar, tentunya dapat sebagai modal utama kekuatan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar yang memiliki ketahanan nasional dan kesatuan persatuan yang kuat.,” Ungkap Dirjen Timbul Siahaan.

Dirjen Pothan saat di forum Semiloka Bela Negara itu juga menekankan bahwa fungsi dan peran mahasiswa sangatlah penting dalam menjaga ikatan yang kokoh sesama komponen bangsa yang pada akhirnya akan memperkokoh ketahanan nasional. (MAW).




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia