Menhan: Waspadai Berkembangnya Paham-Paham Yang Ganggu Integritas Nasional

Rabu, 26 Oktober 2016

Bogorwisuda-unhan-3 – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menghadiri acara prosesi Wisuda Mahasiswa Lulusan Program Pasca Sarjana (S-2) Magister Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Tahun Akademik 2015-2016 di Aula gedung Pusat Misi Pemelihaan Perdamaian (PMPP) TNI, Kawasan International Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/10).

Dalam kesempatan tersebut, Menhan dalam sambutannya berpesan kepada segenap Civitas Akademika Unhan sebagai Kampus Bela Negara agar terus menjaga stabilitas keamanan nasional serta mewaspadai berkembangnya paham-paham yang mengganggu integritas nasional.

“Jadilah perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Teruslah berkarya, teruslah belajar, jangan pernah kendor dalam meningkatkan kualitas pengetahuan sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan negara”, pesan Menhan.

Lebih lanjut Menhan mengatakan bahwa keberadaan Unhan sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedepan Indonesia harus mampu menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang mempengaruhi situasi politik internasional juga nasional.

Dinamika dan kompleksitas ancaman harus dapat direspon secara tepat dan benar. Hal tersebut menurut Menhan memerlukan SDM pertahanan yang berkualitas. Di sinilah peran yang diambil oleh Universitas Pertahanan yaitu dengan sebanyak mungkin mendidik dan mencetak kader-kader pertahanan negara yang unggul.

Unhan diharapkan dapat terus memberikan peran terbaiknya dan memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa Indonesia dalam mencetak SDM pertahanan yang berkualitas. Untuk itu, tentunnya semua pihak harus terus meningkatkan dan mendorong Unhan menjadi Universitas terkemuka. Pembenahan kurikulum selalu harus dilaksanakan dan disesuaikan dengan trend perkembangan lingkungan strategis.

“Demikian juga kegiatan akademis lainnya seperti penelitian harus terus ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitas. Kualitas pendidikan juga harus ditopang oleh kualitas kepribadian”, tambah Menhan.

Sementara itu kepada Mahasiswa dan juga Alumni Unhan, Menhan berharap agar menjadi kader bela negara yang mampu menjadi penggerak semangat cinta tanah air. Kesadaran bela negara ini penting untuk disebarluaskan dan dijadikan sebagai landasan sikap dan prilaku bangsa Indonesia sebagai bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional.

“Kesadaran setiap warga negara yang diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara merupakan soft power bangsa bahkan akan menjadikan deterrent effect bagi negara lainnya yang ingin menggangu kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa” jelas Menhan.

Disisi lain kesadaran bela negara juga menjadi modal sosial bangsa untuk membangun diri dan menjadi bangsa yang maju, berkepribadian dan berkebudayaan yang sejajar dengan negara – negara maju lainnya dalam peradaban dunia. (BDI/RAF)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia