Kecintaan dan Kebanggaan Kepada Bangsa Tidak Muncul Begitu Saja Namun Perlu Ditumbuhkan dan Dibina

Jumat, 10 Maret 2017

psht-kemhan 10 mar 2017Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan bahwa kecintaan kepada bangsa dan negara itu tidak muncul begitu saja, kebanggaan kepada bangsa harus ditumbuhkan dan dibina kesadarannya. Itulah pentingnya pembinaan kesadaran Bela Negara.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Pertahanan yang dilaksanakan oleh Dirjen Potensi Pertahanan Dr Sutrimo dengan Persatuan Setia Hati Terate yang dilaksanakan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Dr Ir M. Taufik SH, M.Sc tentang pembinaan kesadaran Bela Negara, Jumat (10/3), di Kantor Kemhan, Jakarta. Sebelum dilakukan penandatangan kesepakatan, Menhan Ryamizard Ryacudu dan Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan Dr Sutrimo dianugerahi sebagai warga kehormatan Persaudaraan Setia Hati Terate ditandai dengan pemakaian baju Persaudaraan Setia Hati Terate oleh Ketua Umum PSHT.

Penandatangan kesepakatan bersama antara Kementerian Pertahanan dan Persaudaraan Setia Hati dalam hal pembinaan kesadaran bela negara ini menurut Menhan adalah bagian dari upaya mewujudkan target 100 juta orang kader Bela Negara dalam 5 tahun. Sampai saat ini Kemhan telah melatih kader Bela Negara sebanyak 17 juta orang. Bela Negara adalah perwujudan kecintaan warga negara kepada Bangsa Indonesia.

Kecintaan dan kebanggaan atas bangsa dan negara melalui program dan kurikulum bela negara telah mulai ditanamkan kembali kepada generasi penerus mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. Hal ini sebagai upaya terus membina semangat kebangsaan, kebanggaan dan kecintaan kepada Bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Menhan Ryamizard Ryacudu didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Widodo, bersama pejabat Eselon I, II, III dan seluruh pegawai Kemhan melaksanakan olah raga bersama di lapangan apel Setjen Kemhan, Jakarta. Olah raga bersama kali ini selain diisi dengan senam aerobik, senam maumere juga menghadirkan demonstrasi bela diri pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Pembinaan kesadaran bela negara merupakan sebuah upaya yang terus menerus dan berkesinambungan baik di lingkungan pendidikan, lingkungan pemukiman maupun di lingkungan pekerjaan, guna terwujudnya warga negara yang memeiliki kecintaan tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara. Persaudaraan Setia Hati Terate juga turut melaksanakan pembinaan kesadaran Bela Negara di lingkungan perguruan pencak silat sebagai potensi strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia Pertahanan Negara. Kesungguhan tersebut diimplementasikan melalui penandatanganan kesepakatan bersama ini.

Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Dr Sutrimo juga mengatakan bahwa penandatangan kesepakatan bersama ini adalah tindak lanjut dari perintah Menhan untuk memfasilitasi setiap warga negara yang memiliki potensi besar menjadi kader Bela Negara. Persaudaraan Setia Hati Terate merupakan perkumpulan olah raga pencak silat yang memiliki anggota sekitar 3 juta orang di seluruh Indonesia yang merupakan potensi yang luar biasa untuk menjadi kader Bela Negara.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate menjelaskan bahwa PSHT didirikan oleh Ki Hajar Harjo Utomo pada tahun 1922 sebagai wujud upaya menuju kemerdekaan Bangsa Indonesia. Karena itu PSHT memiliki doktrin dan ajaran yang tugas utamanya adalah untuk mengisi kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ada wasiat dari PSHT yang menjadi pegangan utama bagi anggotanya yaitu; memiliki kewajiban untuk mengajak serta seluruh warga untuk dapat membersihkan hati dengan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, Bangsa dan Negara. PSHT juga memiliki wasiat kepada anggotanya keharusan membuktikan diri kepada Bangsa dan Negara sebagai bangsa yang merdeka, serta kekal dalam persaudaraan dan mempererat persaudaraan antar sesama bangsa.(DAS/SGY)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia