Selain AS, Australia Juga Apresiasi Langkah Indonesia Cegah Berkembangnya Ancaman Terorisme di Kawasan

Rabu, 15 November 2017

DSC_0191Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Australia ACM Mark Binskin, Rabu (15/11) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kesempatan ini, Pangab Australia menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah – langkah yang diupayakan Indonesia memimpin kerja sama guna mengatasi dan mencegah berkembangnya ancaman terorisme dan radikalisme di kawasan.

Sebelumnya masih di hari yang sama, Amerika Serikat melalui Deputy Assistant Secretary of Defence for South and Southeast, United States, Dr. Joe Felter saat diterima Menhan RI juga menyampaikan apresiasi dan dukungan yang sama kepada Indonesia.

Saat menerima Pangab Australia, Menhan RI mengatakan bahwa terorisme merupakan musuh bersama seluruh umat manusia, bukan hanya musuh negara tertentu saja. Untuk itu, Indonesia sangat serius melakukan sejumlah upaya agar ancaman terorisme terutama ISIS tidak berkembang di kawasan.

Keseriusan tersebut diwujudkan dengan menggalang kerja sama di kawasan seperti kerja sama patroli terkoordinasi antara Indonesia, Malaysia dan Philipina. Untuk menangkal berkembangnya terorisme di kawasan, Indonesia juga telah menyampaikan gagasan untuk segera dilaksanakannya kerja sama pertukaran informasi intelijen “our eyes”. “Terkait kerja sama trilateral, Indonesia tidak ingin wilayah maritim di kawasan menjadi seperti yang terjadi di Somalia, keamanan laut terganggu karena adanya perompakan bersenjata”, jelas Menhan RI.

Lebih lanjut Menhan RI mengatakan, dalam menghadapi ancaman terorisme seperti ancaman ISIS yang merupakan musuh bersama, diperlukan kerja sama antara negara – negara di kawasan. Sedangkan upaya Indonesia agar terorisme tidak berkembang di dalam negeri sendiri adalah melalui kebijakan pembinaan dan penguatan kesadaran bela negara kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Bela Negara untuk menguatkan kecintaan setiap warga negara kepada tanah air dan negaranya. Sehingga apabila kesadaran bela negara ini sudah kuat, teroris tidak akan bisa berkembang di Indonesia”, jelas Menhan RI.

Sementara itu, Pangab Australia juga menyampaikan hal yang senada dengan Menhan RI bahwa Indonesia dan Australia serta negara – negara lain di kawasan memiliki tantangan dan ancaman bersama yakni terorisme. Ancaman terorisme dan ekstrimisme tersebut harus segera diatasi melalui tindak lanjut kerja sama yang lebih konkrit.

“Saya juga sangat setuju 100 persen dengan yang bapak (Menhan RI) sampaikan bahwa isu ini bukan isu untuk masing-masing negara tetapi ini adalah masalah bersama, sehingga kita harus memiliki langkah bersama untuk mengatasi kelompok militan di kawasan”, tuturnya.

Lebih lanjut ditegaskannya, Australia sangat mendukung langkah – langkah Indonesia terkait kerja masa trilateral patrol terkoordinasi Indonesia, Malaysia dan Philipina. Australia juga menyambut baik gagasan Indonesia dalam hal kerja sama pertukaran informasi intelijen.
“Saya juga sangat menghargai upaya Indonesia seperti yang ditunjukan Menhan RI atas kepemimpinan dalam kerja sama protoli terkoordinasi tiga negara di laut sulu, itu sangat bagus sekali. Dan ide bapak (Menhan RI) untuk membangun kerjasama intelijen secara multilateral di kawasan itu sesuatu yang kami dukung”, ungkap Pangab Australia kepada Menhan RI. (BDI/BDY/SPD)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia