Menhan : Jangan Mudah Terprovokasi

Kamis, 17 Mei 2018

DSC_4397.upac1Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menginginkan Upacara Bendera Bulanan hari ini menjadi lebih bermakna karena dilaksanakan menjelang peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110, tanggal 20 Mei 2018. Dengan semangat gerakan perjuangan tersebut, hendaknya kita sebagai generasi penerus semakin aktif dalam penerapan nilai-nilai kejuangan para pendahulu dalam konteks kekinian.

Kepada segenap pegawai Kementerian Pertahanan untuk tidak terprovokasi atau terpengaruh dengan hal-hal yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, selalu meningkatkan loyalitas, disiplin, silaturahmi serta tingkatkan terus pengamanan personel dan materiil di masing-masing Satker/Subsatker Kemhan. pesan Menhan dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kemhan Mayjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, Kamis (17/5) saat menjadi Inspektur Upacara Bendera Bulanan di kantor Kemhan, Jakarta.

Menhan menegaskan bahwa setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), hari yang menjadi momentum perjuangan rakyat Indonesia, yang ditandai dengan kelahiran organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Organisasi tersebut merupakan cikal bakal semangat gerakan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Sebagai penjabaran nilai-nilai perjuangan bangsa, Kementerian Pertahanan terus berupaya menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan melalui program peningkatan kesadaran bela negara. Membentuk karakter manusia Indonesia yang berperilaku positif dan konstruktif, serta memiliki jiwa nasionalisme dan semangat persatuan yang kuat untuk membangun bangsa dan negara Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain program bela negara, Kementerian Pertahanan juga terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan Alutsista TNI sesuai dengan program Minimum Essential Force (MEF). Beberapa waktu lalu, kita telah meresmikan Kapal Selam KRI Ardadedali – 404. Kapal selam ini merupakan kapal kedua dari 3 (tiga) kapal selam yang dipesan Pemerintah Republik Indonesia dari Pemerintah Korea Selatan. Selain itu, telah hadir 8 (delapan) Helikopter AH – 64E Apache yang merupakan buah kerja sama Government to Government (G to G) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat.

Kehadiran Kapal Selam KRI Ardadedali – 404 dan Helikopter AH – 64E Apache tersebut untuk memperkuat jajaran TNI AL dan TNI AD dalam menjaga kedaulatan NKRI. Terlaksananya pemenuhan Alutsista TNI ini merupakan salah satu langkah penting dalam penyelenggaraan pertahanan negara.

Lebih lanjut Menhan mengingatkan kepada Kasatker/Kasubsatker agar terus melaksanakan program kerja tersebut sesuai dengan arah dan tujuan kebijakan pertahanan negara. Harus semakin akuntabel, transparan, taat azas, profesional, berkarakteristik adaptif, berintegritas, mempunyai kinerja tinggi, bersih, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme maupun melayani publik serta memegang teguh nilai-nilai dan kode etik aparatur negara.

DSC_4506.up2Dalam amanat tersebut Menhan menyampaikan beberapa penekanan “Marilah kita terus menggaungkan program peningkatan kesadaran bela negara kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk menangkal hal-hal yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa”, tegas Menhan.

Bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Bendera pada bulan kelima tahun 2018, Kemhan juga melepas 15 Pegawai Kemhan yang memasuki masa purna tugas, terdiri dari delapan orang TNI dan tujuh orang PNS.

Kepada para Pegawai Kemhan yang memasuki masa purna tugas tersebut, Menhan mewakili segenap warga Kemhan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dharma bakti dan dedikasinya bagi perkembangan dan kemajuan Kemhan.  (WND/SPD)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia