Menutup Materi Hari Kedua Retret PWI, Dorong Peran Wartawan dalam Ekonomi Kerakyatan dan Komunikasi Kebencanaan
Sabtu, 31 Januari 2026
Bogor – Menutup rangkaian materi Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hari kedua yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan, pembekalan diisi oleh Kementerian Koperasi RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026) ini memberikan perspektif strategis mengenai peran ekonomi kerakyatan dan komunikasi kebencanaan, dua isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dari Kementerian Koperasi RI, paparan disampaikan oleh Staf Ahli Antarbidang Hubungan Lembaga, Henny Navilah, dengan tema “Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan dalam Implementasi Asta Cita”. Dalam paparannya, Henny menjelaskan bahwa hakikat ekonomi kerakyatan adalah menempatkan rakyat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat pembangunan. Model ini bertumpu pada usaha bersama seperti koperasi, UMKM, dan ekonomi lokal, menolak dominasi kapital besar yang merugikan rakyat kecil, serta menegaskan kehadiran negara dalam mengelola cabang-cabang produksi penting demi kemakmuran rakyat. Seluruhnya berlandaskan asas kekeluargaan, gotong royong, dan keadilan sosial.
Henny juga menekankan bahwa koperasi memiliki makna strategis bagi masyarakat Indonesia sebagai wujud nyata demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Melalui koperasi, rakyat ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Keberadaan koperasi desa, menurut Henny, menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, materi dari BNPB disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Madya Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Dodi Yuleova, yang mengangkat praktik komunikasi kebencanaan. Dodi memaparkan pentingnya komunikasi risiko dan mitigasi bencana, peran pers sebagai penyelamat informasi publik, serta etika peliputan bencana dan edukasi kebencanaan melalui media. Dodi menyebutkan bahwa hingga 29 Januari 2026 tercatat 225 kejadian bencana di Indonesia, di mana pada saat krisis seluruh perhatian publik tertuju pada BNPB dan BPBD. Dalam konteks inilah, peran wartawan menjadi sangat krusial untuk menyampaikan komunikasi dan informasi yang akurat, menenangkan publik, dan mendorong kesadaran mitigasi. Melalui kegiatan Retret PWI ini, sinergi antara insan pers dan lembaga negara diharapkan semakin kuat, sehingga wartawan tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga mitra strategis dalam melayani dan melindungi masyarakat.


(Biro Humas dan Infohan Setjen Kemhan)






