Menhan Tinjau Yonif TP 886/PJ di Tulungagung, Tekankan Kesiapsiagaan Prajurit Hadapi Risiko Kebakaran dan Kemampuan Tempur
Kamis, 29 Oktober 2026
Tulungagung, Jawa Timur – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886/Panjalu Jayati (PJ) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026), dalam rangka meninjau secara langsung kesiapan dan kondisi satuan.
Kunjungan kerja Menhan Sjafrie diawali dengan pertemuan silaturahmi bersama Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, beserta jajaran pemerintah daerah setempat. Selanjutnya, Menhan menerima paparan satuan dari Danyonif TP 886/Panjalu Jayati mengenai kondisi Marshalling Area serta progres pembangunan pangkalan kesatrian. Usai paparan, Menhan melakukan peninjauan lokasi dan memberikan pengarahan mendalam di hadapan ratusan prajurit Yonif TP 886/PJ.
Dalam pengarahannya, Menhan Sjafrie menegaskan sejarah penting penempatan Yonif TP 886/PJ sebagai batalyon infanteri pertama yang berkedudukan secara permanen di Tulungagung. Menhan mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan prajurit dalam merespons potensi bencana di wilayah tugas, khususnya ancaman kebakaran.
“Sebagai Prajurit Sapta Marga, kalian harus siap siaga mengantisipasi bahaya kebakaran, baik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) maupun kebakaran pemukiman warga. Jadilah prajurit yang tangguh dan siap mengambil risiko dalam menjalankan tugas serta menjaga kehormatan dirimu sebagai Prajurit Sapta Marga!” tegas Menhan Sjafrie.
Menhan juga menggarisbawahi dua fungsi utama Yonif TP sebagai satuan tempur sekaligus satuan teritorial pembangunan. Setiap prajurit wajib menguasai kualifikasi tempur dasar, seperti mahir menembak, bela diri, dan patroli untuk mencari serta menemukan sasaran. Di sisi lain, prajurit juga harus mampu menjalankan fungsi teritorial melalui kompi fungsional konstruksi, produksi (pertanian, peternakan, perikanan), dan kesehatan guna membantu Pemda serta menyejahterakan masyarakat sekitar.
“TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat. Seluruh fasilitas, pangkalan, dan perlengkapanmu berasal dari rakyat. Karena itu, tugasmu adalah membalas jasa rakyat dengan memberikan rasa aman, nyaman, dan membantu kesulitan warga sekitar. Jaga disiplin, patuhi pimpinan, serta jangan sekali-kali melanggar aturan!” pesan Menhan.
Dalam kunjungan kerja ini, Menhan didampingi oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan, Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya, Wakil Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Wairjenad), serta Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya. (Biro Infohan Setjen Kemhan)






