Perkuat Budaya Literasi Strategis, Kemhan Gelar Defence Intellectual Management Book Club

Rabu, 13 Mei 2026

Jakarta – Kementerian Pertahanan menyelenggarakan kegiatan “Defence Intellectual Management Book Club” di Ruang Perpustakaan Wawasan Nusantara Kemhan pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Tata Negara, Dr. Kris Wijoyo Soepandji, S.H., M.P.P. dan narasumber dari Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Keamanan, Mayjen TNI Immer Butarbutar, serta Founder dan Ketua Umum Langkah Inovasi Indonesia, Hafidz Ridha Try Sjahputra, sebagai forum strategis untuk memperkuat literasi geopolitik, wawasan kebangsaan, dan pemahaman pertahanan negara.

Dalam kegiatan tersebut, dua buku utama menjadi bahan diskusi dalam mengupas sejarah lahirnya Indonesia modern. Buku pertama ialah Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945: Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Penjelidiki Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan karya RM. A.B. Kusuma yang diterbitkan oleh Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2004. Sementara itu, buku Revolusi: Indonesia and the Birth of the Modern World karya David Van Reybrouck, yang mengulas perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia dalam konteks global modern.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Tata Negara menyampaikan bahwa Defence Intellectual Management Book Club merupakan wadah strategis untuk membangun ekosistem intelektual pertahanan yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan. Forum ini dirancang untuk menumbuhkan budaya literasi strategis yang mampu memperkuat daya pikir kebangsaan sekaligus memperluas perspektif pertahanan di tengah dinamika geopolitik global.

Lebih lanjut, Staf Khusus Menhan Bidang Tata Negara mengungkapkan bahwa Defence Intellectual Management adalah gagasan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang ditulis dalam buku Menatap Masa Depan Kerjasama Sipil Militer. “Beliau punya ide bahwa intelektual yang memiliki daya juang, cinta tanah air, dan selalu ingin mengembangkan diri, adalah pilar dari pertahanan negara,” tambah Dr. Kris Wijoyo Soepandji.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan dalam membangun ekosistem pertahanan yang adaptif melalui pendekatan edukatif, intelektual, dan kolaboratif demi mewujudkan pertahanan negara yang kuat dan berdaya saing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, pejabat dan staf Kementerian Pertahanan, akademisi, komunitas, mahasiswa, serta profesional lintas sektor. (Biro Infohan Setjen Kemhan)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia