Menhan Ikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Selasa, 21 Juli 2026
Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sidang Kabinet Paripurna tersebut digelar dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan sekaligus mempercepat berbagai program prioritas pemerintah. Menjelang penghujung dua tahun masa kerja, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan respons cepat para anggota Kabinet Merah Putih dan merefleksikan berbagai tantangan yang telah dihadapi serta capaian yang berhasil diraih bersama.
Dalam pengantarnya, Presiden mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa meyakini kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di tengah dinamika geopolitik global. Keyakinan tersebut tercermin melalui berbagai langkah strategis yang telah diwujudkan, yakni melalui kehadiran Danantara sebagai instrumen konsolidasi aset negara untuk masa depan, dimulainya Proyek Strategis Nasional Blok Abadi Masela sebagai penguat ketahanan energi nasional, hingga percepatan digitalisasi sistem perlindungan sosial guna memastikan bantuan pemerintah semakin tepat sasaran, efektif, dan transparan.
Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat implementasi berbagai program prioritas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat. Melalui sinergi bersama, pemerintah akan terus menghadirkan kebijakan yang berdampak besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas aksesnlayanan kesehatan, memperkuat perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.
Kehadiran Menhan dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan untuk terus mendukung arah kebijakan Presiden melalui penguatan pertahanan negara, peningkatan profesionalisme TNI, serta sinergi antarkementerian dan lembaga dalam menjaga kedaulatan, keamanan serta kepentingan nasional. (Biro Infohan Setjen Kemhan)
Sumber Dokumentasi : BPMI Setpres






