Menhan Tinjau Marshaling Area Yonif TP 952/Imam Bulqin, Tekankan Kehadiran TNI yang Bermanfaat bagi Masyarakat

Kamis, 6 Agustus 2026

Bengkalis, Riau – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Marshaling Area Yonif TP 952/Imam Bulqin (IB) di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026). Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari pembinaan kesiapan satuan sekaligus memastikan pembangunan kekuatan pertahanan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan prajurit dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.

Kegiatan diawali dengan paparan Komandan Yonif TP 952/Imam Bulqin (IB) Letkol Inf Andy Supartono mengenai kondisi satuan. Disampaikan bahwa sejak Maret 2026 Yonif TP 952 menempati Marshaling Area seluas 2,1 hektare sebagai pangkalan sementara. Adapun pembangunan pangkalan permanen direncanakan berada dalam kawasan terpadu seluas sekitar 200 hektare yang juga akan menjadi lokasi Rindam dan Yonarmed Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Dalam paparannya, Danyonif menjelaskan bahwa selain melaksanakan tugas pembinaan kesiapan operasional, satuan juga aktif mendukung stabilitas wilayah melalui patroli, guna mencegah peredaran narkoba dan tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Di bidang ekonomi, keberadaan satuan turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan pelaku UMKM yang menyediakan kebutuhan prajurit, seperti makanan, sembako, dan jasa laundry.

Pada arahannya, Menteri Pertahanan menekankan pentingnya membangun koperasi satuan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya. Menurut Menhan, koperasi yang dikelola secara profesional akan menjadi fondasi kemandirian ekonomi satuan sekaligus memperkuat kesejahteraan personel.

Menhan juga menegaskan bahwa tugas pokok Yonif Teritorial Pembangunan bukan semata-mata memberantas tindak kriminal seperti begal, melainkan menciptakan rasa aman melalui kehadiran prajurit yang profesional, disiplin, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran satuan harus mampu memberikan manfaat nyata sehingga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di wilayah.

Selain menjaga kesiapan tempur, Menhan mengingatkan agar seluruh prajurit membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan stabilitas wilayah yang kondusif sekaligus memperkuat sistem pertahanan negara.

Kunjungan kerja ini mencerminkan komitmen Kementerian Pertahanan untuk memastikan pembangunan satuan-satuan baru tidak hanya memperkuat postur pertahanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap keamanan, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan daerah. (Biro Infohan Setjen Kemhan)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia