Kadet KKRI Ditempa Jadi Generasi Tangguh: Belajar Hadapi Konflik, Kuasai Digital, hingga Kejar Cita-Cita

Kamis, 10 September 2026

Bogor – Rangkaian pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Universitas Pertahanan RI memasuki hari keenam pada Kamis (10/9/2026).

Peserta menerima pembekalan strategis dari Kepala Pusdik BIN, Brigjen TNI Agung Winata, mengenai ancaman konflik sosial sebagai instrumen pemecah belah bangsa. Kadet dibekali pemahaman mengenai dinamika perang proksi serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk provokasi, manipulasi informasi, dan pengaruh pihak-pihak yang berupaya membentuk opini di lapangan maupun ruang publik.

Pemahaman ini kemudian diperkuat oleh Komisioner KPAI, Ibu Sylvana Apituley, yang menanamkan kesadaran tentang hak partisipasi anak secara bermakna untuk selalu didengar dan dipertimbangkan. Sesi ini juga menggarisbawahi peringatan mengenai bahaya nyata eksploitasi anak dalam pusaran konflik dan kepentingan politik.

Pada siang harinya, agenda dilanjutkan dengan Pelatihan Vokasi dari tim Balai Pelatihan Kemenaker yang dipimpin oleh Bapak Rusdi Hamdani Hutasuhut. Para kadet dibekali dasar-dasar pemasaran digital dan strategi menjadi kreator konten yang dapat dirintis tanpa modal besar. Pembelajaran ini difokuskan pada efektivitas pemasaran konten, pemanfaatan teknologi komunikasi, serta orientasi pada analitik data guna menumbuhkan kemandirian ekonomi di era modern.

Pembinaan holistik ini terus memupuk semangat juang para kadet, sebagaimana yang dirasakan oleh Dafa, peserta asal Bekasi Utara. Ia memiliki cita-cita kuat untuk mengangkat derajat keluarganya dengan menjadi atlet bulu tangkis profesional, meneruskan jejak almarhum ayahnya. “Saya ingin sukses agar bisa membahagiakan mama dan adik. Jika nanti berhasil menjadi pemain profesional, saya ingin bilang ke ayah dan mama, terima kasih sudah membesarkan dan sering membawa saya ikut lomba bulu tangkis sedari kecil,” ungkap Dafa penuh haru.

Menjelang sore, ketahanan fisik dan mental para kadet kembali ditempa melalui latihan bela diri. Setelah waktu pembersihan dan makan malam, seluruh rangkaian hari keenam ini ditutup dengan sesi Bimbingan Pengasuhan (Bimsuh) dan pembuatan resume kegiatan, sebelum akhirnya peserta melaksanakan apel serta istirahat malam. (Biro Infohan Setjen Kemhan)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia