Sejarah


SEJARAH

DITJEN STRAHAN KEMHAN

 

Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Ditjen Strahan) dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan Nomor: Kep/19/M12/2000 tanggal 29 Desember 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan dengan tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penyelenggaraan strategi pertahanan.

Sepanjang perjalanannya dari tahun 2000 hingga tahun 2019 Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan telah mengalami beberapa kali reorganisasi dan telah mengalami pergantian Direktur Jenderal (Dirjen) sebagai pimpinan teratas sebanyak sembilan kali.

Mayjen TNI Sudrajat, M.P.A merupakan Dirjen Strahan yang pertama hingga tahun 2005. Dalam masa kepemimpinannya ini, Ditjen Strahan mengalami reorganisasi berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor: PER/01/M/VIII/2005 tanggal 25 Agustus 2005 tentang Sususan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan. Dalam Permenhan tersebut dijelaskan bahwa Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) dalam menjalankan tugas dan fungsinya dibantu oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Sesditjen), Direktur Kerjasama Internasional (Dirkersin), Direktur Kebijakan Strategi (Dirjakstra), Direktur Analisa Lingkungan Strategis (Diranlingstra), Direktur Wilayah Pertahanan (Dirwilhan) dan kelompok jabatan fungsional.

Dirjen Strahan yang ke-dua adalah Mayjen TNI Dadi Susanto dari tahun 2005 hingga tahun 2007.

Mayjen TNI Syarifuddin Tippe, S.IP, M.Si sebagai Dirjen Strahan yang ke-tiga dari tahun 2007 hingga tahun 2010. Pada tahun 2010 sesuai dengan tuntutan organisasi melalui Permenhan Nomor: 16 Tahun 2010 tanggal 27 September 2010 terjadi reorganisasi secara menyeluruh dan dalam struktur organisasinya mengalami penambahan dua direktorat baru yaitu Direktorat Pengerahan (Ditrah) dan Direktorat Hukum (Ditkum) dan penggantian nomenklatur dari Direktorat Analisa Strategis Pertahanan (Ditanlingstra) menjadi Direktorat Analisa Strategi (Ditanstra). Dengan penambahan dan perubahan nomenklatur tersebut, maka Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) dalam menjalankan tugas dan fungsinya dibantu oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Sesditjen), Direktur Kerjasama Internasional (Dirkersin), Direktur Kebijakan Strategi (Dirjakstra), Direktur Pengerahan (Dirrah), Direktur Analisa Strategi (Diranstra), Direktur Wilayah Pertahanan (Dirwilhan), dan Direktur Hukum (Dirkum) dan kelompok jabatan fungsional.

Ditjen Strahan kemudian dipimpin oleh Mayjen TNI Puguh Santoso, S.T, M.Sc sebagai Dirjen Strahan yang ke-empat dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Kemudian dilanjutkan oleh Mayjen TNI Sonny E.S. Prasetyo, M.A sebagai Dirjen Strahan yang ke-lima dari tahun 2013 hingga tahun 2014.

Selanjutnya Dirjen Strahan dijabat oleh Mayjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A sebagai Dirjen Strahan yang ke-enam berdasarkan Kep/1094/M/IX/2014 tanggal 22 September 2014. Pada tahun 2014 berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor: 58 tahun 2014 tanggal 15 Oktober 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertahanan terjadi perubahan nomenklatur pada salah satu direktorat yaitu Direktorat Hukum (Ditkum) berganti nama menjadi Direktorat Peraturan dan Perundang-undangan (Dit Tur Per UU). Sehingga Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) dalam menjalankan tugas dan fungsinya dibantu oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Strahan (Sesditjen), Direktur Kerjasama Internasional (Dirkersin), Direktur Kebijakan Strategi (Dirjakstra), Direktur Pengerahan (Dirrah), Direktur Wilayah Pertahanan (Dirwilhan), Direktur Peraturan dan Perundang-undangan (Dir Tur Per UU).

Pada bulan Desember 2017, terjadi pergeseran pimpinan, berdasarkan KEP/2115/M/XII/2017 tanggal 22 Desember 2017 yang semula Dirjen Strahan dijabat oleh Mayjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A, digantikan oleh Mayjen TNI Hartind Asrin, S.E., M.I.Kom. yang merupakan Dirjen Strahan yang ke-tujuh.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan Nomor : KEP/387/M/III/2018 tanggal 28 Maret 2018, jabatan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian yang semula dijabat oleh Mayjen TNI Hartind Asrin, S.E., M.I.Kom. digantikan oleh Mayjen TNI Muhammad Nakir, S.IP., M.H., yang merupakan Dirjen Strahan yang ke-delapan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan Nomor : KEP/104/M/I/2019 tanggal 28 Januari 2019, jabatan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian yang semula dijabat oleh Mayjen TNI Muhammad Nakir, S.IP., M.H., digantikan oleh Mayjen TNI Rizerius Eko Hadisancoko, S.E., S.AP., M.Si. dan merupakan Dirjen Strahan yang ke-sembilan sampai dengan sekarang.

Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia