SEMINAR LITBANG TENTANG PENGARUH BUDAYA LOKAL TERHADAP KESADARAN BELA NEGARA BAGI WNI DI KOREA SELATAN

Thursday, 30 August 2018

seminar korea, 500x300

Jakarta, Kamis ( 30/08/2018). Balitbang Kemhan dalam hal ini Puslitbang Strahan Balitbang Kemhan menyelenggarakan seminar tentang Pengaruh Budaya Lokal Terhadap Kesadaran Bela Negara Bagi WNI di Korea Selatan yang dilaksanakan di Gedung Ir. H. Djuanda Lantai V Balitbang Kemhan Jl. Jati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan. Acara dibuka oleh Kabalitbang Kemhan Ibu Dr. Anne Kusmayati yang diwakili oleh Ibu Dr. Ernalem Bangun, M.A. dan dihadiri para pejabat di lingkungan Kemhan, staf Dinas Luar Negeri Kemlu, staf Universitas Indonesia, staf LIPI, staf BNP2TKI, perwakilan Kemennakertrans serta mahasiswa UPN, Unhan, Binus dan Universitas Indonesia. Sebagai narasumber adalah Bapak M. Aji Surya (Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri), Dr. Dianta Ginting, S.Si., M.Sc. (Alumni Mahasiswa Indonesia di Korea Selatan) dan Bapak Prof. Achmad Fedyani Saifuddin, Ph.D. (Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia), serta sebagai moderator Kolonel Tek Basuki Rakhmat P. Sianturi, M.B.A.

Seminar diawali sambutan dari Kabalitbang Kemhan yang dibacakan oleh Ibu Dr. Ernalem Bangun, beliau mengatakan bahwa perkembangan dan kemajuan Korsel ini tidak terlepas dari etos dan budaya masyarakat setempat yang dikenal disiplin dan pekerja keras. Korea Selatan berhasil memadukan antara budaya tradisional dengan budaya modern sehingga walaupun negara tersebut termasuk negara yang maju dan modern namun budaya leluhur atau tradisional tetap melekat pada masyarakat Korea Selatan. Oleh karena itu, di balik kemajuan ini, banyak hal yang dapat dipelajari dan dicontoh dalam rangka pembangunan manusia dan karakter bangsa.

Kemudian beliau menambahkan, pada awal kebangkitannya, Korea Selatan juga mirip dengan Indonesia. Mereka mengirimkan tenaga kerjanya ke berbagai negeri makmur, seperti Jerman. Di negara tersebut, mereka mendapatkan penghasilan dan pengalaman yang kemudian dijadikan modal pembangunan bangsanya. Hanya dalam beberapa dekade, Korea Selatan menjadi bangsa yang maju dan bersemangat untuk menyalip negara-negara lain di dunia. Prinsip kerja cepat (phalli-phalli) merupakan pedoman hidup seluruh lapisan masyarakat Korea Selatan. Di sisi lain kemhan dalam program bela negaranya dapat memformulasikan konsep bela negara yang diambil dari nilai-nilai positif tersebut yang dapat ditransfer ke masyarakat untuk tujuan kemajuan negara indonesia.

Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada pembicara, penanggap dan undangan yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti acara seminar ini serta kepada seluruh pendukung dan panitia pelaksana seminar ini, atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya sehingga seminar ini dapat berjalan dengan hikmat.

 




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia