PEMBANGUNAN KEKUATAN KOGABWILHAN DI WILAYAH INDONESIA BAGIAN BARAT DIHADAPKAN PADA ANCAMAN

Thursday, 3 July 2025

ABSTRAK

Wilayah Indonesia Bagian Barat memiliki posisi geostrategis vital sebagai pintu gerbang utama Indonesia dan jalur perdagangan internasional tersibuk di dunia, khususnya di Selat Malaka. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kekuatan Kogabwilhan I, mengidentifikasi profil ancaman strategis, mengevaluasi kesiapan infrastruktur pertahanan, serta merumuskan blueprint pembangunan kekuatan yang adaptif dan berkelanjutan.
Menggunakan pendekatan campuran (mixed-method) melalui intelligence assessment, observasi lapangan, FGD, dan studi komparatif, penelitian ini menemukan bahwa meski infrastruktur pertahanan Kogabwilhan I relatif matang, terdapat tantangan besar berupa ancaman konvensional, asimetris, dan hibrida, yang semakin kompleks di era digital. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada posisi strategis dan dukungan SDM, namun terdapat kelemahan pada ketergantungan teknologi impor dan kerentanan siber.
Penelitian merekomendasikan modernisasi sistem C4ISR berbasis AI, penguatan ketahanan maritim, transformasi kapabilitas SDM, penguatan diplomasi pertahanan, dan peningkatan resiliensi infrastruktur kritis. Implementasi roadmap tiga fase (2020–2030) disarankan untuk membangun sistem pertahanan adaptif terhadap spektrum ancaman kontemporer.
Hasil penelitian ini menjadi fondasi kebijakan pembangunan pertahanan yang integratif, mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang aman, stabil, dan sejahtera.

https://docs.google.com/document/d/1SndEVQD190rOpshwyH_Su6_tOXGK3IAH/edit?usp=sharing&ouid=108830671362707309478&rtpof=true&sd=true

 




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia