Strategi Pertahanan Pulau-pulau Besar Dalam Mendukung Kebijakan Indonesia Sebagai Poros Maritim
Thursday, 3 July 2025Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan posisi strategis di persilangan Samudera Hindia dan Pasifik, Indonesia memiliki tantangan besar dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayahnya. Konsep Poros Maritim Dunia (PMD) yang dicanangkan sejak 2014 menuntut strategi pertahanan yang komprehensif, khususnya pada pulau-pulau besar yang menjadi tulang punggung ketahanan nasional. Penelitian ini dilakukan oleh Puslitbang Strahan Balitbang Kemhan bekerja sama dengan UPN Veteran Jakarta, bertujuan menganalisis strategi pertahanan pulau-pulau besar Indonesia dalam konteks PMD, mengidentifikasi potensi dan tantangan pertahanan di pulau strategis seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, serta merumuskan strategi pertahanan terintegrasi yang mendukung kebijakan maritim nasional.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui FGD, survei lapangan, analisis dokumen kebijakan, dan wawancara dengan pakar. Salah satu lokus penting adalah Pekanbaru, Riau, karena kedekatannya dengan Selat Malaka sebagai jalur strategis. Analisis menunjukkan bahwa setiap pulau besar memiliki peran unik, seperti Sumatera sebagai pengendali Selat Malaka, Jawa sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, hingga Papua sebagai penjaga kedaulatan di timur. Tantangan utama meliputi pelanggaran kedaulatan, illegal fishing, terorisme maritim, dan sengketa wilayah.
Strategi pertahanan terintegrasi yang diusulkan meliputi konsep pertahanan berlapis, penguatan kemampuan pertahanan berbasis kewilayahan, dan pemanfaatan potensi lokal setiap pulau besar. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi kebijakan yang mendukung terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang tangguh dan berdaulat.