ANALISIS SENJATA BIOLOGI SEBAGAI ANCAMAN NON MILITER TERHADAP PERTAHANAN NEGARA

Thursday, 8 January 2026

Senjata biologi merupakan ancaman non-militer yang sangat serius bagi pertahanan negara karena sifatnya yang tidak terlihat, mudah disebarkan, dan memiliki daya hancur massal. Ancaman ini tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan, sehingga berpotensi melumpuhkan perekonomian dan ketahanan nasional secara menyeluruh. Dalam konteks pertahanan negara yang bersifat semesta, ancaman senjata biologi termasuk ancaman aktual dan potensial yang dapat berasal dari dalam maupun luar negeri, sehingga memerlukan perhatian strategis dan komprehensif.

Sebagai ancaman non-militer, senjata biologi memiliki karakteristik khusus seperti penyebaran tanpa bekas fisik, sifat dual-use laboratorium biologi, serta biaya produksi yang relative murah namun berdampak luas. Dampaknya bersifat sistemik terhadap pilar-pilar pertahanan negara, antara lain sektor ekonomi melalui gangguan rantai pasok dan inflasi, sektor politik dan social melalui menurunnya kepercayaan publik dan potensi instabilitas, serta sektor militer melalui penurunan kesiapan tempur akibat terpaparnya personel.

Dari sisi regulasi dan kebijakan, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi hak warga negara atas kesehatan dan lingkungan hidup yang sehat. Ancaman agen biologi diakui sebagai ancaman global seiring pesatnya perkembangan bioteknologi. Oleh karena itu, upaya pertahanan negara harus melibatkan pendekatan total dan terpadu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara serta didukung regulasi teknis seperti Permenhan Nomor 5 Tahun 2015 terkait penanggulangan bahaya agensia biologi di lingkungan Kemhan dan TNI.

Kesimpulannya, senjata biologi merupakan salah satu ancaman paling berbahaya di abad ke-21 karena mampu melumpuhkan sebuah negara dar idalam tanpa konflik bersenjata terbuka. Ketahanan kesehatan nasional menjadi bagian integral dari strategi pertahanan negara, sehingga diperlukan sinergi antara militer, pemerintah sipil, akademisi, praktisi kesehatan, dan masyarakat. Rekomendasi utama adalah penguatan pertahanan biologi, peningkatan kemandirian riset dan farmasi nasional, serta edukasi public untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya senjata biologi.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia