LITBANG PENGEMBANGAN PEMBANGKIT DAYA BERBASIS THORIUM TAHAP 5-8 KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA

Monday, 7 July 2025

ABSTRAK

Pengembangan pembangkit daya berbasis thorium merupakan inisiatif strategis Kementerian Pertahanan untuk mendukung ketahanan energi nasional dan kemandirian teknologi pertahanan. Thorium sebagai bahan bakar nuklir alternatif menawarkan keunggulan dalam keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan dibandingkan uranium konvensional. Penelitian tahap 5–8 fokus pada desain teknis sistem reaktor kompak, analisis keselamatan menyeluruh, simulasi performa, hingga persiapan prototipe yang terintegrasi dengan platform pertahanan maritim. Kemitraan dengan R95 Naval Architect memberikan kontribusi signifikan dalam adaptasi teknologi reaktor ke lingkungan operasional maritim melalui transfer teknologi desain, optimasi tata letak, dan pengembangan sistem kontrol terintegrasi. Program ini berhasil menyelesaikan desain konseptual reaktor thorium 50 MW termal, mengembangkan sistem keselamatan berlapis, serta memvalidasi efisiensi konversi energi melalui simulasi yang menunjukkan capaian lebih dari 35%. Selain itu, program menghasilkan capaian riset berupa publikasi ilmiah, pengajuan paten, pelatihan SDM, serta pembentukan fasilitas riset bersama. Dampak strategis program meliputi penguatan ketahanan energi nasional, peningkatan kapabilitas teknologi pertahanan, dan pengembangan kompetensi SDM teknologi nuklir. Tantangan utama seperti kompleksitas regulasi, keterbatasan infrastruktur, kebutuhan investasi tinggi, serta persepsi publik negatif diantisipasi melalui koordinasi dengan regulator, pengembangan fasilitas bertahap, skema pendanaan inovatif, dan program edukasi publik. Program ini menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk melanjutkan ke tahap demonstrasi, memperkuat kemandirian teknologi strategis, serta memposisikan Indonesia sebagai pionir teknologi thorium di kawasan Asia Tenggara.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia