IUSSD XIII Eksplorasi Perspektif Baru bagi Keamanan Regional dan Global

Kamis, 3 September 2015

101215Jakarta, Perkembangan globalisasi dan pembangunan ekonomi, menimbulkan  tantangan bagi Negara-negara di dunia untuk  menghadapinya. Tantangan tersebut tidak bisa dihadapi sendiri namun diperlukan kesamaan persepsi, pikiran dan pandangan untuk menghadapi tantangan dan perubahan tersebut secara bersama-sama.

Dalam rangka menghadapi tantangan dan perubahan yang memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kepentingan nasional, perlu diselenggarakan forum dialog untuk mengeksplorasi perspektif baru bagi keamanan regional maupun global.  Demikian diungkapkan Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, M.B.A saat membuka Dialog Keamanan antara Indonesia dan Amerika Serikat atau Indonesia – US Security Dialogue (IUSSD) XIII, Senin (1/9), di Jakarta.

Beberapa isu diangkat dalam IUSSD ini diantaranya isu mengenai pekembangan negoisasi nuklir Iran, kebijakan pemerintah di bidang maritim, rebalancing Amerika Serikat di Asia Pasifik, Peace Keepingcounter terrorism, perkembangan ASEAN dan ADMM Plus, Foreign Military Financing (FMF) dan pembangunan institusi pertahanan.

Dialog yang berlangsung dua hari mulai tanggal 1-2 September 2015 ini merupakan tindak lanjut dari IUSSD sebelumnya yang berlangsung di Washington DC pada bulan Desember 2014. Dalam IUSSD ke-12 tersebut tercapai kesepakatan bahwa pemerintah AS dan Indonesia akan membentuk kelompok kerja maritim untuk mendukung kebijakan maritim yang baru akan terbentuk di Indonesia. Selain itu kedua Negara sepakat bahwa IUSSD adalah platform yang baik untuk mengembangkan dan meningkatkan hubungan yang lebih erat lagi.

Seperti diketahui bahwa Dialog Keamanan antara Indonesia dan Amerika Serikat atau Indonesia – US Security Dialogue (IUSSD)yang dimulai tahun 2002 memiliki tujuan yaitu yang pertama dan terpenting adalah memberi kesempatan kepada kedua Negara untuk berbagi pandangan dan mendiskusikan isu-isu geostrategis yang menjadi perhatian Negara-negara di dunia.

Yang kedua, dalam IUSSD, Indonesia – AS mengupayakan untuk mengusulkan program kerjasama bilateral pertahanan di masa datang selain meninjau kembali program kerjasama yang telah terjalin selama ini. Untuk itu dalam forum disukusi ini Dirjen Strahan Kemhan berharap para peserta dapat bertukar pengalaman dan keahlian serta menjalin hubungan yag lebih erat diantara para peserta dialog.

Dalam dialog ini delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Yoedhi Swastanto, M.B.A dan delegasi AS dipimpin oleh Dr. Amy Searight. Adapun delegasi Indonesia meliputi wakil dari Kemhan/TNI, Kemlu, Menko Polhukam, UNHAN Indonesia, BNPT dan IPSC Sentul.

Sumber : DMC




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia