Menhan Tinjau Pos Pamtas di Pulau Sekatung, Pulau Terdepan Dekat Dengan Laut Cina Selatan

Jumat, 18 September 2015

101215Natuna,  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu didampingi Irjen Kemhan Marsdya TNI Ismono Wijayanto dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyjk Pusung meninjau Pos Pengamanan Perbatasan di Pulau Sekatung. Peninjauan ini dilakukan dalam rangkaian kerjanya mengunjungi pulau-pulau terluar dan terdepan di Pulau Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (16/9).

Pulau Sekatung merupakan pulau terdepan yang berbatasan dengan Vietnam dan berdekatan dengan Laut China Selatan. Secara administratif, Pulau Sekatung masuk dalam wilayah Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam peninjauan ini, Menhan disambut oleh para Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Pulau Sekatung. Hadir pula menyambut, Camat  Pulau Laut Anrizalzen, ST beserta jajaran unsur Muspida Kecamatan Pulau Laut.

Di Pulau Sekatung, Menhan berkesempatan memberikan pengarahan kepada 20 Prajurit TNI yang terdiri dari 10 Prajurit Marinir Brigade Marinir 8 Brandan Medan dan  10 Prajurit Infanteri TNI AD dari Yonif 134 Reader Batam.

Beberapa hal disampaikan Menhan kepada para Prajurit dalam sesempatan tersebut antara lain, pertama Menhan menyampaikan ucapan terimakasih kepada para Prajurit yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Menhan berharap sisa tugas yang ada harus dilaksanakan dengan baik dan semangat tidak boleh turun. “Dari awal datang kamu semangat, kembali juga harus semangat”, pesan Menhan.

Selanjutnya, Menhan menyampaikan pesannya kepada para Prajurit untuk selalu siap, siaga dan waspada. “Jangan lupa jangan sampai lengah, jangan sampai tidak ada yang jaga, tentara itu jaga nomor satu”, pesan Menhan.

Selain itu, dalam bertugas para Prajurit juga diminta untuk senantiasa menjaga dan menjalin hubungan yang baik denganmasyarakat dan rakyat di sekitarnya, serta mengajak atau memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan agar terus tertanam rasa cinta kepada tanah air dan negaranya.

Para Prajurit juga diminta untuk selalu menjaga kekompakan dan senantiasa baik-baik dengan rakyat. Karena mempertahankan bangsa dan negara ini tidak bisa hanya TNI sendiri, tetapi harus bersama-sama dengan rakyat.  “Kalau sudah disini, tidak ada Marinir tidak ada Angkatan Darat, semua sama, TNI. Kompak disini, kompak juga dengan rakyat, terutama dengan Lurah dan Kepala Kampung”, tambah Menhan.

Selain memberikan pengarahannya kepada Prajurit TNI di Pulau Sekatung,  Menhan juga berkesempatan berdialog dengan jajaran Muspida serta masyakarat Kecamatan Pulau Laut yang letaknya bersebelahan tidak jauh dengan Pulau Sekatung.

Sumber : DMC




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia