Pendorong (petugas pembantu di jalur kereta)

Kamis, 6 Desember 2012

pendorong2Petugas pendorong penumpang (oshiya (押し屋) adalah petugas yang mendorong penumpang untuk masuk ke dalam kereta di stasiun kereta, di jam-jam sibuk baik pagi hari maupun sore hari bertepatan dengan rush hour/jam pergi dan pulang bekerja.

Diawal terbentuknya, para petugas tersebut disebut dengan “passenger arrangement staff” (旅客整理係 ryokaku seiri gakari), dan bertambah banyak dengan kehadiran para siswa yang menjadi petugas dengan cara magang paruh waktu. Kini para petugas dan para pekerja paruh waktu melakukan tugas ini di pagi hari pada jam sibuk di banyak jalur kereta.

Bukanlah hal yang mudah untuk menutup pintu kereta terutama ketika penumpang melebihi kapasitas hingga 200 persen dari daya ditampung kereta. Tapi petugas pendorong seringkali menahan penumpang di jalur kereta ketika kereta sudah berisi sekitar 120 persen dari kapasitasnya, sebagaimana mereka membantu mengatur penumpang.

Terminologi oshiya (押し屋) berasal dari kata kerja “osu” (押す), yang artinya “mendorong”, dan akhiran “-ya” (屋), indikasi dari bidang pekerjaan.

Beberapa langkah yang dilakukan petugas saat melaksanakan tugas mendorongnya :

1.Sebelum kereta memasuki peron, mereka melakukan pemeriksaaan keselamatan.

2.Ketika kereta datang, mereka mengawasi penumpang naik dan turun.

3.Sebelum kereta berangkat, mereka mengarahkan penumpang yang belum menemukan pintu dengan celah yang cukup untuk masuk ke dalam kereta.

4.Ketika pintu kereta menutup, mereka memastikan tidak ada orang atau barang yang menghalangi proses tertutupnya pintu otomatis.

5.Jika ada penumpang yang terjepit, mereka segera mendorongnya.

6.Ketika mereka selesai di areanya, mereka segera berpindah untuk membantu di area lain. Di ketika tali ransel terjepit dan pintu tidak terbuka dengan cepat, dan kemungkinan menyulitkan bagi pemilik untuk turun. Pendorong sangat memperhatikan hal-hal seperti ini. Mereka juga melakukan “puller-off” (剥がし屋 hagashiya), yaitu menarik penumpang yang datang terlambat, atau ketika kereta sudah terlampau penuh.

7.Setelah pintu-pintu tertutup, mereka mengangkat bendera, tangan atau lampu untuk penanda ke kondektur atau masinis bahwa kereta sudah aman untuk berangkat.

Kontributor: Subbpok Jepang/Zaenal Abidin.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia