Pokemon Go dan Keamanan Nasional

Kamis, 28 Juli 2016

DEMAM Pokemon Go terus menjadi kontroversi di masyarakat. Hal ini karena dampak permainan berbasis augmented reality ini sudah mulai mengganggu dan meresahkan. Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan sudah mengategorikan game Pokemon Go tersebut bisa mengganggu keamanan nasional.

BIN berpendapat permainan yang menggunakan perangkat kamera ini bisa dipakai intelijen asing untuk memata-matai lokasi-lokasi strategis dan objek vital di negara ini. Kalau diteruskan, rahasia-rahasia negara bisa bocor yang pada gilirannya bisa membahayakan eksistensi negara ini.

Pemerintah, TNI, dan Polri secara umum tampaknya memiliki pandangan yang sama mengenai dampak buruk dari Pokemon Go ini. Mereka telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar tidak bermain game ini terutama saat jam-jam bekerja. Terlebih lagi, mereka dilarang untuk memburu Pokemon di lokasi-lokasi vital dan strategis seperti markas militer, markas kepolisian, dan kantor-kantor pemerintahan.

Menteri PAN dan RB bahkan telah mengeluarkan surat edaran resmi yang melarang PNS untuk bermain Pokemon Go dan surat tersebut juga ditembuskan ke panglima TNI dan kapolri serta sejumlah instansi terkait. Sejumlah kantor pemerintahan, polres, dan kodim juga telah melakukan razia terhadap para jajarannya untuk memastikan anggota mereka tidak memainkan Pokemon Go saat bekerja.

Langkah pemerintah, Polri, dan TNI ini cukup positif dan patut diapresiasi. Mengapa? Bagaimanapun Pokemon Go ini memiliki sejumlah dampak negatif. Pertama, permainan Pokemon Go lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya. Di kalangan aparat PNS jelas akan mengganggu kinerja mereka dalam melayani masyarakat jika para anggotanya dibiarkan seenaknya bermain Pokemon saat kerja. Untuk TNI dan Polri juga akan berakibat fatal bagi kinerja mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara ini.

Kedua, sudah banyak contoh baik di dalam negeri maupun di luar negeri bahwa permainan ini bisa membahayakan jiwa para pemainnya maupun orang lain. Banyak cerita yang muncul. Ada dirampok smartphone-nya saat memburu Pokemon, ada yang jatuh ke jurang, hampir celaka tertabrak mobil, bahkan ada mobil yang dikendarainya menabrak pohon.

Ketiga, seperti diungkap di depan bahwa Pokemon Go berpotensi sangat besar dalam membocorkan rahasia negara yang pada gilirannya bisa membahayakan keamanan negara ini. Keempat, game ini bisa merusak anak-anak dan generasi muda karena permainan ini memiliki efek candu. Anak yang cenderung lupa waktu terus bermain Pokeman Go akan menjadi tidak produktif.

Mungkin sebagian kalangan menganggap kekhawatiran ini berlebihan apalagi mereka yang berpendapat Pokemon Go hanya sebuah game biasa seperti game sebelumnya. Ada pula yang malah berpendapat game ini memiliki dampak positif baik dari segi kesehatan bagi penggunanya maupun bisa dipakai untuk mengenalkan berbagai objek-objek wisata kepada masyarakat seperti museum atau monumen nasional. Pendapat kedua ini tidak sepenuhnya salah. Bagaimanapun pada era globalisasi saat ini yang serbadigital kita tentu akan kesulitan untuk membendung perkembangan teknologi yang berkembang.

Karena itu, yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan Pokemon Go untuk ihwal yang positif saja. Jangan sampai kita larut dalam game ini yang pada gilirannya bisa mengganggu kinerja dan perkembangan psikologis. Masyarakat harus juga menyadari bahaya permainan ini jika dilakukan secara berlebihan, terutama bagi anak-anak.

Yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana pemerintah dan aparat keamanan mewaspadai bahaya dan dampak negatif Pokemon Go ini. Syukur-syukur apabila bisa menggunakan permainan ini untuk hal yang positif bagi bangsa. Apakah pemerintah perlu melarangnya? Hal itu bisa saja dilakukan sepanjang memang sudah terbukti sangat mengganggu dan meresahkan.

Sejumlah negara lain seperti Mesir, China, Rusia, dan Arab Saudi pun sangat mewaspadai Pokemon Go yang dinilainya bisa membawa dampak negatif bagi negaranya. Karena itu, untuk kepentingan yang lebih besar, pemerintah harus berani bersikap tegas terhadap setiap ancaman yang bisa merusak bangsa ini, tak terkecuali Pokemon Go.

(Koran Sindo,Juli 2016)




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia