DIRJEN POTHAN KEMHAN BUKA RAKOR PELAKSANAAN KEBIJAKAN BELA NEGARA DAN PEMBINAAN TENAGA AHLI TA 2026

Kamis, 6 Agustus 2026

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Bela Negara dan Pembinaan Tenaga Ahli Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan di Aula Bela Negara Lantai 8 Gedung R. Soeprapto, Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta para pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam implementasi kebijakan Bela Negara di seluruh Indonesia.

 

 

Dalam sambutan pembukaannya, Dirjen Pothan menegaskan bahwa dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang terus berkembang menuntut implementasi kebijakan Bela Negara yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis kearifan lokal. Beliau juga menekankan pentingnya penguatan karakter bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Bela Negara, pengembangan tenaga ahli yang kompeten, penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap pelaksanaan pengukuran Indeks Bela Negara sebagai salah satu indikator kinerja utama Kementerian Pertahanan.

Rangkaian Rakor menghadirkan tiga narasumber, yaitu Direktur SDM Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI R. Yoga Raharja, S.E., M.M., M.Ipol, Kepala Bagian Perancangan dan Harmonisasi I Biro Peraturan Perundang-Undangan Setjen Kemhan Kolonel CHK (K) S. Nanik Winalti, S.H., M.H., serta Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kemhan Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, S.IP., M.Han. Ketiganya menyampaikan materi yang memperkuat implementasi kebijakan Bela Negara dan pembinaan tenaga ahli melalui sinergi lintas sektor.

 

Pada sesi penutupan, Direktur SDM Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI R. Yoga Raharja, S.E., M.M., M.Ipol. menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta selama pelaksanaan Rakor. Beliau menekankan agar seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen administrasi, melainkan segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata dengan memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, menyusun rencana aksi yang terukur, mengoptimalkan peran Tenaga Ahli Bela Negara, serta mengembangkan metode sosialisasi yang inovatif dan berkelanjutan. Seluruh peserta juga diajak menjadi penggerak dan teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Bela Negara di lingkungan masing-masing guna mendukung terwujudnya sistem pertahanan negara yang tangguh.

(Red.Baginfosiptala)

  




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia