RAPAT KOORDINASI SUMBER DAYA ALAM DAN SUMBER DAYA BUATAN KOMPONEN PENDUKUNG TA 2026
Rabu, 19 Agustus 2026Jakarta, 19 Agustus 2026 — Sekretaris Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si., membuka Rapat Koordinasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Buatan (SDAB) Komponen Pendukung TA 2026 di Gedung Soeprapto Lantai 8, Ditjen Pothan Kemhan. Kegiatan ini diikuti unsur Kementerian/Lembaga, TNI, Polri, serta industri nasional.
Rakor menghadirkan narasumber Direktur SDAB Komponen Pendukung Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Wirawan Yanuartono, S.Sos., M.Sos., CGRA., dan Prof. Anak Agung Banyu Perwita, M.A., Ph.D., Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Unhan RI, serta dipandu moderator Andaru Nugroho, S.Ip., M.Si., pemerhati pertahanan.
Dalam sambutan Dirjen Pothan Kemhan yang dibacakan Sesditjen Pothan, ditegaskan bahwa Rakor menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesiapan dan pengelolaan sumber daya nasional dalam mendukung Sistem Pertahanan Negara. Seiring semakin kompleksnya dinamika lingkungan strategis, termasuk ancaman siber, perubahan iklim, krisis energi dan pangan, serta ancaman hibrida, diperlukan pengelolaan sumber daya nasional yang cepat, terpadu, adaptif, dan berkelanjutan.
Untuk itu, pengelolaan SDAB sebagai Komponen Pendukung memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Kementerian Pertahanan, Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemhan telah menetapkan 30 perusahaan sebagai Komponen Pendukung sektor industri, yang terdiri atas 5 perusahaan Defend ID, yaitu PT LEN Industri, PT Pindad, PT Dahana, PT PAL Indonesia, dan PT Dirgantara Indonesia, serta 25 industri nasional lainnya yang memiliki kemampuan mendukung kebutuhan pertahanan negara.
Melalui Rakor ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, koordinasi, dan langkah strategis dalam pengelolaan SDAB sebagai Komponen Pendukung. Dengan sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, sumber daya nasional diharapkan semakin siap dan tangguh untuk memperkuat ketahanan nasional, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, serta menghadapi berbagai bentuk ancaman terhadap pertahanan negara.
(Red. Baginfosiptala)









