Dirjen Pothan Kemhan Wakili Sekjen Kemhan RI Buka Pertemuan MTC Ke-17 Indonesia–Rusia

Selasa, 13 Oktober 2026

JAKARTA, Selasa (13/10/2026) – Mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) RI, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., secara resmi membuka Pertemuan ke-17 Komisi Antarpemerintah Indonesia–Rusia di Bidang Kerja Sama Teknik Militer (Military-Technical Cooperation/MTC), bertempat di Aula Bela Negara Gedung R. Soeprapto, Ditjen Pothan Kemhan, Jakarta Pusat.

Pertemuan yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 tersebut diikuti delegasi kedua negara, termasuk Kepala Delegasi Rusia, Letnan Jenderal (Purn.) Mikhail Vladimirovich Petukhov, selaku Deputy Director Federal Service for Military-Technical Cooperation (FMSTC) Federasi Rusia, serta perwakilan kementerian, institusi pertahanan, dan industri pertahanan Indonesia maupun Rusia.

 

Dalam sambutan Sekjen Kemhan RI yang dibacakannya, Dirjen Pothan menyampaikan apresiasi atas komitmen Federasi Rusia dalam memperkuat kerja sama teknik militer bilateral. Pertemuan ini menjadi forum strategis bagi kedua negara untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan, membahas berbagai tantangan, serta mengidentifikasi peluang kerja sama baru yang konkret dan saling menguntungkan.

Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap penguatan industri pertahanan nasional melalui kerja sama transfer teknologi, produksi berlisensi, pemeliharaan, perbaikan dan perawatan menyeluruh (maintenance, repair, and overhaul/MRO), peningkatan kemampuan sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan teknologi pertahanan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kemitraan industri dan meningkatkan kemampuan teknologi pertahanan nasional.

 

Rangkaian pertemuan juga mencakup paparan kebijakan dan kemampuan pertahanan, presentasi industri pertahanan kedua negara, serta pembahasan peluang kerja sama pada sektor persenjataan dan kendaraan darat, kedirgantaraan, maritim, serta elektronika pertahanan.

Lebih lanjut, Sekjen Kemhan menekankan pentingnya tindak lanjut yang jelas, penetapan narahubung pada setiap bidang kerja sama, serta penyusunan jadwal pelaksanaan yang realistis. Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Rusia diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis yang berkelanjutan dan menghasilkan kerja sama nyata dalam mendukung pengembangan industri serta peningkatan kemampuan pertahanan kedua negara.

(Red. Baginfosiptala).

 




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia