INTEGRASI LINTAS MEDAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL AGAR DAPAT MAJU, KUAT, MANDIRI DAN BERDAYA SAING

Jumat, 12 Januari 2024

Oleh : Gede Priana Dwipratama, S.E., M.M.

Analis Pertahanan Negara Ahli Muda Set Ditjen Pothan Kemhan

 

Medan tempur telah berkembang dalam lingkungan yang sangat kompetitif,  kompleks dan serba cepat di 5 (lima) dimensi secara simultan atau bersamaan meliputi darat, laut, udara, ruang angkasa dan siber. Hal ini semakin didukung dengan kemudahan pengumpulan berbagai data dari sensor platform baik berawak maupun tidak berawak. Menurut the Chief of the Italian Defence Staff Ammiraglio Giuseppe Cavo Dragone (2022), faktor penentu perang modern dalam lingkungan yang semakin kompetitif dan kompleks membutuhkan perspektif dan prediksi secara terintegrasi dengan tetap menjaga efisiensi dan kredibilitasnya. Ancaman hibrida, penyebaran berita hoax atau disinformasi, bencana alam, pandemi dan lain sebagainya akan menjadi tren di masa depan. Hal ini membutuhkan integrasi, akurasi waktu dan sinergitas respon yang dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi militer namun juga bagi satu sistem nasional. Angkatan Udara Australia dalam Konferensi Air Power pada tanggal 14 s.d. 16 Maret 2016 di National Convention Centre, Canberra menyampaikan bahwa integrasi keseluruhan dan hasil kerja sama gabungan pada 5 (lima) dimensi pertempuran telah hilang di tingkat strategis dan operasional baik dalam konteks nasional, sekutu dan koalisi. Menurut Indo-Pasific Defense Forum (2020), operasi militer saat ini melibatkan integrasi yang erat, banyak negara telah menggunakan pendekatan satu kepala staf pertahanan untuk mengarahkan militer dan bertanggung jawab secara langsung kepada eksekutif politik guna melakukan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan pembentukan jabatan kepala staf pertahanan agar dapat melakukan koordinasi dengan lebih baik di antara Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Integrasi Lintas Medan (Multi-Domain Integration) merupakan kemampuan dalam mengintegrasikan penggunaan teknologi digital yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Teknologi telah menjadi bagian dari medan pertempuran modern dan penggunaannya secara efektif dapat memberikan informasi intelijen, meningkatkan kewaspadaan personel dilapangan hingga menyelamatkan nyawa manusia pada medan yang sulit dijangkau. Integrasi Lintas Medan pada 5 (lima) bidang dapat menjadi landasan yang diperlukan bagi pasukan dalam pengambilan keputusan atau mengkomunikasikan langkah-langkah selanjutnya. Integrasi Lintas Medan juga dapat meng-counter berbagai potensi ancaman masa depan seperti penggunaan senjata hipersonik hingga serangan Cyber and Electromagnetic Activities (CEMA) Integration. Menurut James Black (2022), ruang pertempuran telah diperluas dengan mengaburkan perbedaan konseptual tradisional antara perang dan damai, terbuka dan tertutup, dalam dan luar negeri serta fisik dan virtual. Aktor negara dan non-negara keduanya terus mengembangkan cara dan sarana baru demi mencapai tujuan melalui media ruang angkasa, siber, spektrum elektromagnetik dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi seperti kecerdasan buatan dan berbagai teknologi baru lainnya ikut memfasilitasi Integrasi Lintas Medan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut James Black (2022), UK Chief of the Defence Staff General Sir Nicholas Carter pada Desember 2019 mengumumkan ambisi Inggris untuk bergerak melampaui joint forces menuju integration sesuai dengan 5 (lima) dimensi dalam doktrin Inggris meliputi darat, maritim, udara, siber dan spektrum elektromagnetik serta ruang angkasa.

BAE Systems Digital Intelligence melaksanakan survei internasional terkait Integrasi Lintas Medan terhadap 400 orang responden dengan hasil 93% responden menyetujui bahwa Integrasi Lintas Medan akan dibutuhkan bagi pertahanan dalam dimensi pertempuran masa depan. Dimensi pertempuran semakin luas dari darat, laut dan udara ke dimensi ruang angkasa dan ruang siber. Integrasi Lintas Medan khususnya pada sektor pertahanan membutuhkan berbagai teknologi modern yang sesuai dengan karakteristik revolusi teknologi Industri 4.0 diantaranya kecerdasan buatan (artificial intelligence), big data, machine learning, sistem otomatis, teknologi robot, nanoteknologi, penggabungan teknologi kedalam serangkaian sistem senjata baru yang inovatif, seperti senjata elektromagnetik (railgun), senjata energi terarah, proyektil kecepatan tinggi, rudal hipersonik, serta teknologi rahasia yang digunakan pada saat terjadinya perang. Menurut James Black (2022), Inggris memandang bahwa konsep Lintas Medan (Multi-Domain) memiliki perbedaan dengan Joint, dimana Joint membutuhkan partisipasi setidaknya 2 (dua) dari 3 (tiga) matra dalam hal ini Royal Navy, British Army dan Royal Air Force atau UK Strategic Command lintas sektoral. Joint hanya merujuk pada level operasi sedangkan Integrasi Lintas Medan mengintegrasikan setiap level mulai dari level strategis bawah hingga level taktis. Spektrum elektromagnetik merupakan salah satu dari 5 (lima) dimensi pertempuran Inggris dan menjadi hal yang penting dalam Integrasi Lintas Medan. Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui strategi Freedom of Action juga secara aktif terus meningkatkan kemampuan dalam bidang spektrum elektromagnetik dan menempatkan posisinya sebagai pemimpin dalam penggunaan spektrum elektromagnetik baik oleh pemerintah maupun komersial (dual-use). Spektrum elektromagnetik dipandang sebagai hal yang sangat strategis dan kritikal demi mensukseskan seluruh misi pertempuran masa depan Amerika Serikat, sekutu, beserta negara-negara yang menjadi mitranya.

Pembangunan Integrasi Lintas Medan sektor pertahanan di Indonesia diharapkan dapat terlaksana dengan Trimatra Terpadu. Konsep ini sebagai langkah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang berkembang secara simultan atau bersamaan baik di darat, laut, udara, ruang angkasa serta spektrum elektromagnetik dan ruang siber. Salah satu langkah mewujudkan Trimatra Terpadu dengan penguatan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III dan Komando Operasi Khusus TNI. Selain itu juga dengan pembentukan satuan TNI terintegrasi di Natuna, Saumlaki, Morotai, Biak dan Merauke sebagai satuan pelaksana operasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan yang dilengkapi penguatan sensor terintegrasi ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) TNI dengan membangun radar pantai dan kamera jarak jauh (long range camera). Pembangunan Industri Pertahanan diarahkan untuk mewujudkan Industri Pertahanan yang maju, kuat, mandiri dan berdaya saing. Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan (Defend ID) merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan hal tersebut. PT. Len Industri selaku induk holding diharapkan terus meningkatkan kemampuan di bidang spektrum elektromagnetik agar dapat membangun dan mengembangkan Alpalhankam Trimatra Terpadu dengan interoperabilitas ketiga matra TNI. Defend ID memiliki 10 (sepuluh) prioritas dimana beberapa diantaranya merupakan integrasi matra, digitalisasi, melakukan riset dan inovasi bersama melalui pendirian Indonesia Defence & Manufacturing Research Institute (IDMRI), optimalisasi SDM, mengintegrasikan ekosistem dan lain sebagainya. Pembentukan Defend ID juga merupakan salah satu wujud dari Pemberdayaan Sumber Daya Nasional dalam rangka memperkuat Pertahanan Negara khususnya Sektor Pertahanan Subsektor Industri Pertahanan. Selain Defend ID dan BUMN Industri Pertahanan lainnya, Integrasi Lintas Medan melalui penyiapan Alpalhankam Trimatra Terpadu juga dapat menjadi kesempatan bagi BUMS Industri Pertahanan.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang telah membuka kesempatan yang lebih luas bagi BUMN dan BUMS agar dapat masuk pada sektor pertahanan sub sektor Industri Pertahanan baik sebagai industri alat utama, industri komponen utama/penunjang dan industri komponen/pendukung.  BUMS dapat menjadi pemandu utama (lead integrator) yang menghasilkan Alpalhankam dan/atau mengintegrasikan semua komponen utama, komponen dan bahan baku menjadi alat utama.

Kesempatan yang luas baik BUMN dan BUMS tersebut diharapkan dapat meningkatkan teknologi dan produk Alpalhankam Trimatra Terpadu dalam negeri yang mendukung terselenggaranya Integrasi Lintas Medan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://www.baesystems.com

James Black, Alice Lynch, Kristian Gustafson, David Blagden, Pauline Paille and Fiona Quimbre (2022). “Multi-Domain Integration in Defence”. Global Strategic Partnership – RAND Europe.

U.S. Departement of Defense Electromagnetic Spectrum Superiority Strategy 2020.

https://www.len.co.id/defend-id-siap-ciptakan-ekosistem-industri-pertahanan-yang-kuat/

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/11/22/pengembangan-nanoteknologi-dan-manfaatnya-bagi-sektor-pertahanan-sub-sektor-industri-pertahanan.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/10/05/dampak-revolutions-in-military-affairs-rma-terhadap-pengembangan-senjata-gelombang-mikro-berdaya-tinggi.html

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/09/08/potensi-dual-use-disrupsi-teknologi-dalam-mewujudkan-industri-pertahanan-yang-maju-kuat-mandiri-dan-berdaya-saing.html

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/07/25/potensi-triple-helix-model-dalam-pengembangan-directed-energy-weapons-dews-demi-kemandirian-industri-pertahanan-nasional.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/06/21/potensi-dwiguna-rare-earth-elements-rees-dalam-pengembangan-sistem-c6isr-dan-interoperabilitas-trimatra-terpadu-produk-industri-pertahanan-indonesia.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/05/25/sifat-dual-use-agensia-biologi-sebagai-potensi-ancaman-aktual-non-militer-terhadap-pertahanan-negara.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/05/10/strategi-copying-from-dalam-memperkuat-pertahanan-negara-pada-domain-military-aviation.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/05/02/strategi-five-interdependent-goals-departemen-pertahanan-amerika-serikat-untuk-meraih-freedom-of-action-dalam-spektrum-elektromagnetik.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/04/14/naskah-karya-tulis-ilmiah-esai-sishankamrata-dual-use-aspek-militer-dan-sipil-sebagai-upaya-penguatan-pertahanan-dan-ekonomi-menggunakan-strategi-military-civil-fusion-mcf.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/02/04/analisis-swot-terhadap-pembentukan-holding-bumn-industri-pertahanan-dalam-rangka-memperkuat-pertahanan-negara.html.

https://forkominhan.id/wp-content/Inhan/edisifebapr2023/mobile/index.html.

https://www.kemhan.go.id/pothan/2023/02/06/potensi-kerja-sama-industri-pertahanan-indonesia-dengan-jepang-dalam-new-domains-of-warfare-studi-pustaka-pada-kebijakan-pertahanan-indonesia-dan-the-defense-of-japan-white-paper-2022.html.

 




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia