TRANSLATE

Panglima TNI: Prajurit Harus Loyal dan Dukung Kebijakan Presiden

Selasa, 20 Januari 2015

Panglima TNI: Prajurit Harus Loyal dan Dukung Kebijakan Presiden

Jakarta, Seruu.com – Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatalan Peraturan Militer Dasar (Permildas) para prajurit TNI tidak boleh luntur oleh gerusan pengaruh lingkungan dan budaya global yang cenderung mendorong pada kebebasan di segala sektor.

Panglima TNI meminta prajuritnya untuk perkuat soliditas dan solidaritas di dalam satuan, serta antar satuan di jajaran TNI, dan bangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat dimanapun prajurit sedang bertugas.

Menurutnya, keberadaan para Prajurit dan PNS TNI harus menjadi pemersatu, serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan masyarakat.

“Prajurit TNI harus melaksanakan setiap tugas sebaik-baiknya, dengan dilandasi keimanan, semangat, ikhlas dan penuh dedikasi, sehingga dapat menjadi sebuah prestasi serta nilai ibadah,” kata Jenderal Moeldoko dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, di Lapangan Apel B3 Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (19/1/2015).

Ia juga mengatakan, prajurit TNI harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara, dan bekerja dengan prinsip kesatuan komando Unity of Command, guna mendukung setiap kebijakan dan hak prerogratif presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

“Lakukan peran dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena sekecil apapun peran dan tugas para Prajurit dan PNS TNI, akan memberikan nilai prestasi dan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI secara makro,” kata Jenderal TNI Moeldoko.

Panglima TNI berharap di tahun 2015 para Prajurit dan PNS TNI bekerja lebih semangat, karena semangat membuat kita bisa naik satu tingkat lebih tinggi dan menjangkau sedikit lebih jauh.

“Bekerja bukan saja mencari dan mencapai sukses, tetapi lebih dari itu, kita bekerja untuk menambah nilai sikap dan perilaku prestasi yang berdimensi ibadah,” katanya.

Dalam kaitan tersebut, Panglima TNI menekankan untuk menghindari dan membuang jauh-jauh sikap-sikap primitif dan premordial yang mendorong melakukan perbuatan tidak menyenangkan, perkelahian, narkoba dan tindakan kriminal lainnya, yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, satuan serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI atas capaian kinerja selama kurun waktu 2014, selanjutnya untuk di tingkatkan di tahun 2015.

.
PANGLIMA TNI: Prajurit Harus Hindari Sikap Primordial

Bisnis.com, Jakarta–Panglima TNI Jenderal Moeldoko menekankan kepadanprajurit TNI untuk menghindari dan membuang jauh-jauh sikap-sikap primitif premordial.

Sikap tersebut berujung pada perbuatan tidak menyenangkan, perkelahian, narkoba dan tindakan kriminal lainnya, yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, satuan serta masyarakat.

“Prajurit TNI harus melaksanakan setiap tugas sebaik-baiknya, dengan dilandasi keimanan, semangat, ikhlas dan penuh dedikasi, sehingga dapat menjadi sebuah prestasi serta nilai ibadah,” katanya pada upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, di Lapangan Apel B3 Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (19/1/2015).

Menurut dia prajurit TNI harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara, dan bekerja dengan prinsip kesatuan komando Unity of Command. Hal itu untuk mendukung setiap kebijakan dan Hak Prerogratif Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan.

“Lakukan peran dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena sekecil apapun peran dan tugas para Prajurit dan PNS TNI, akan memberikan nilai prestasi dan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI secara makro”, katanya.

Panglima TNI berharap di tahun 2015 para Prajurit dan PNS TNI bekerja lebih semangat, karena semangat membuat kita bisa naik satu tingkat lebih tinggi dan menjangkau sedikit lebih jauh.

.
Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Keluarga Prajurit

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, tekad Dharma Pertiwi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga TNI, merupakan bagian dari pembangunan sosial, yang memberi perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI.

Selain itu juga untuk memperbaiki atau menyempurnakan kondisi-kondisi sosialnya. Terkait hal tersebut, Panglima TNI menaruh apresiasi atas penyelenggaraan musyawarah, yang mengusung tema, ‘Dharma Pertiwi bertekad menyukseskan program Indonesia pintar melalui peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga TNI’.

Menurut Jenderal Moeldoko, tema tersebut memiliki relevansi dengan Renstra Pembangunan Kesejahteraan Prajurit 2015-2019, yang meliputi empat substansi pokok bagi perbaikan kondisi sosial prajurit, yaitu Pemenuhan Kebutuhan Perumahan, Penghasilan, Pendidikan dan Kesehatan.

Panglima TNI berharap Munas ke-XII Dharma Pertiwi, dapat dijadikan wahana penguatan hubungan interpersonal sumber daya Dharma Pertiwi, guna merumuskan program dan kegiatan yang implementatif.

Selain itu juga untuk membantu perbaikan kehidupan sosial Prajurit TNI, PNS TNI dan/atau masyarakat sekitar, setidaknya dapat membantu meringankan beban sosial yang ditanggungnya, sehingga keberadaan Dharma Pertiwi benar-benar dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar.

.
Panglima TNI : Permildas Tidak Boleh Luntur

[JAKARTA] Peraturan Militer Dasar (Permildas) para prajurit TNI tidak boleh luntur oleh gerusan pengaruh lingkungan dan budaya global yang cenderung mendorong kepada kebebasan di segala bidang. Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr Moeldoko dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Laksamana Muda TNI Sugeng Darmawan SE pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, di Lapangan Apel B3 Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (19/1).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, perkuat soliditas dan solidaritas di dalam satuan, serta antar satuan di jajaran TNI, dan bangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat dimanapun prajurit sedang bertugas, karena keberadaan para Prajurit dan PNS TNI harus menjadi pemersatu, serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan masyarakat.

“Prajurit TNI harus melaksanakan setiap tugas sebaik-baiknya, dengan dilandasi keimanan, semangat, ikhlas dan penuh dedikasi, sehingga dapat menjadi sebuah prestasi serta nilai ibadah. Prajurit TNI harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara, dan bekerja dengan prinsip kesatuan komando Unity of Command, guna mendukung setiap kebijakan dan Hak Prerogratif Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan”, ujar Panglima TNI.

“Lakukan peran dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, karena sekecil apapun peran dan tugas para Prajurit dan PNS TNI, akan memberikan nilai prestasi dan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI secara makro”, tegas Jenderal TNI Moeldoko.

Panglima TNI berharap di tahun 2015 para Prajurit dan PNS TNI bekerja lebih semangat, karena semangat membuat kita bisa naik satu tingkat lebih tinggi dan menjangkau sedikit lebih jauh. Bekerja bukan saja mencari dan mencapai sukses, tetapi lebih dari itu, kita bekerja untuk menambah nilai sikap dan perilaku prestasi yang berdimensi ibadah.

Dalam kaitan tersebut, Panglima TNI menekankan untuk menghindari dan membuang jauh-jauh sikap-sikap primitif dan premordial yang mendorong melakukan perbuatan tidak menyenangkan, perkelahian, narkoba dan tindakan kriminal lainnya, yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, satuan serta masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI atas capaian kinerja selama kurun waktu 2014, selanjutnya untuk di tingkatkan di tahun 2015.

Sumber : http://sp.beritasatu.com/

.
TNI Harus Bekerja Penuh Semangat

SOREANG,(PRLM).- Panglima TNI meminta jajatan TNI untuk bekerja penuh semangat. Orang yang bersemangat memiliki disiplin yang kuat dan tidak mudah puas dengan hasil di bawah kemampuan terbaiknya.

Hal itu dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam sambutan dibacakan
Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si(Han) pada upacara bendera 17-an di lapangan apel Staf II Lanud Sulaiman, Margahayu, Senin(19/1/2015).

“Kepada unsur pimpinan di jajaran TNI agar senantiasa membangun semangat bekerja dan bertugas seoptimal mungkin dengan senantiasa mengimplementasikan kepemimpinan lapangan yang komunikatif dan akomodatif,” kata Panglima TNI.

Bekerja bukan saja mencari dan mencapai sukses, tetapi lebih dari itu kita bekerja untuk menambah nilai sikap dan perilaku prestasif yang berdimensi ibadah. ”Oleh karena itu, lakukan peran dan laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sekecil apa pun peran dan tugas para prajurit dan PNS TNI, akan memberikan nilai prestasif dan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI secara makro, karena para prajurit dan PNS TNI bekerja dalam satu sistem TNI,” ujarnya

Panglima TNI berharap di tahun 2015 ini TNI harus bekerja lebih semangat, karena semangat membuat kita bisa naik satu tingkat lebih tinggi dan menjangkau sedikit lebih jauh. “Semangat bukan berarti bekerja setengah hati, tapi semangat adalah bekerja dengan totalitas sepenuh hati, jiwa, dan raga,” tambahnya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia