TRANSLATE

Presiden Resmikan KEK Sei Mangkei

Rabu, 28 Januari 2015

Presiden Resmikan KEK Sei Mangkei

MedanBisnis – Medan. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho menegaskan, peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, di Sumatera Utara (Sumut), akan menjadikan KEK itu sebagai role model bagi KEK lain di seluruh Indonesia. “Dengan peresmian yang akan dicanangkan Presiden Jokowi (Selasa, 27/1/2015), akan menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai role model bagi KEK lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Gatot dalam siaran persnya, di Medan, Senin (26/1).

Dalam kunjungan ke Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo akan mengunjungi Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan PT Inalum Kabupaten Batubara, selain meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Kabupaten Simalungun.

Gatot memastikan secara prinsip Pemerintah Provinsi Sumut akan menjadi ujung tombak percepatan beroperasinya KEK Sei Mangkei. Apalagi, operasional KEK Sei Mangkei akan terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pendukung utama jalur distribusi antarkedua lokasi tersebut, khususnya, yang berbasis pada kelapa sawit, karet dan potensi perkebunan di Sumut. Sekaligus, kata Gatot, kedua lokasi industri itu akan menjadi penggerak perekonomian Sumut. “Semua pihak terkait di Sumut, dipastikan akan memberikan pelayanan prima bagi KEK Sei Mangkei. Sehingga akan menambah daya tarik investasi di KEK Sei Mangkei sekaligus menjadi promosi tersendiri bagi investasi-investasi yang lain,” terang Gatot.

Indikator Role Model
Data pemerintah mencatat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengamanatkan bahwa KEK Sei Mangkei harus telah beroperasi secara resmi 3 tahun sejak peraturan pemerintah tersebut ditetapkan. Atau paling telat, pada tanggal 27 Februari 2015 KEK Sei Mangkei harus dinyatakan secara resmi beroperasi. “Bahkan, kami menyatakan KEK Sei Mangkei beroperasi 1 bulan lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan,” ungkap Gatot.

Gatot menambahkan, sedikitnya terdapat 5 indikator yang dimiliki KEK Sei Mangkei sehingga layak menjadi role model bagi KEK lain di Indonesia.

Pertama, kesiapan infrastruktur di dalam kawasan. Kedua, kesiapan sumber daya manusia (SDM) meliputi administrator KEK dan Badan Usaha Pengelola KEK.

Ketiga, perangkat pengendali administrasi yang meliputi pelimpahan kewenangan dan sistem pengelola kawasan atau peraturan-peraturan dalam kawasan. Keempat, sudah masuknya investor bahkan telah beroperasi di dalam KEK Sei Mangkei. Dan kelima, KEK Sei Mangkei diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Saat ini, kata dia, PT Unilever menjadi investor pertama yang telah berinvestasi di KEK Sei Mangkei. Karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan upaya promosi bagi daya tarik investasi lain berskala nasional dan internasional di dalam kawasan KEK Sei Mangkei.”Intinya, kita sepakat bahwa KEK Sei Mangkei yang leading di depan. Karenanya, saya harap itu terus dipertahankan, sehingga menjadi role model bagi KEK lainnya di Indonesia dan mampu menarik banyak investor lain ke dalam KEK Sei Mangkei,” tandas Gatot.

Sementara Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut menyebarkan 2.329 personel dalam pengamanan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan menuturkan Presiden akan tiba di Bandara Lanud Soewondo, Polonia Medan, kemudian berangkat ke Kuala Tanjung. “Sesuai dengan rencana, Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Kuala Tanjung dan ke KEK Sei Mangkei. Sehingga dilakukan pengamanan di dua lokasi itu,” terang MP Nainggolan.

Menurut dia, para personel yang dipersiapkan itu berasal dari Satuan Polda Sumut sebanyak 554 personel dan satuan Kewilayahan (Polres) 1.775 personel.”Untuk ini pengamanan utama dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), kemudian untuk ring II tim gabungan TNI-Polisi, tetapi penanggung jawab keamanan berasal dari Kodam,” paparnya.

.
Presiden Minta Banyak Investor Ditarik ke Sei Mangkei

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Presiden Joko Widodo meminta Badan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, untuk menarik sebanyak mungkin investor ke kawasan itu.

Saat memimpin groundbreaking Pelabuhan Multipurpose di Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (27/1/2015), Presiden berdialog dengan Badan Pengelola KEK Sei Mangkei.

“Sudah berapa ratus investor yang masuk?” kata Jokowi membuka pertanyaan. Pejabat PTPN III yang menjadi lawan bicaranya pun membeberkan bahwa investor yang telah masuk masih hanya PT Unilever Indonesia.

“Investor-investor lain masih dalam tahap negosiasi,” ujarnya. Jokowi pun meminta agar, seluruh pihak yang terkait segera menyelesaikan infrastruktur Sei Mangkei sehingga investor tertarik untuk masuk.

“Sampaikan kepada investor, pelabuhan akan selesai Maret 2017. Infrastruktur diselesaikan cepat supaya investor juga masuk,” ujarnya. Setelah berbincang dengan Badan Pengelola Sei Mangkei, Jokowi pun melakukan percakapan serupa dengan direksi PT Inalum yang sudah siaga.

Direktur Utama PT Inalum Winardi mengatakan, perusahaannya akan menambah jenis produk dan membangun pabrik dengan kapasitas 260 ribu ton per tahun. “Dijadwalkan, semester kedua tahun 2016, pabrik ini akan mulai beroperasi,” katanya.

.
Jokowi Targetkan KEK Sei Mangkei Rampung 2 Tahun

MEDAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama (groundbreaking) pertanda dimulainya tujuh proyek infrastruktur strategis nasional yang ada di Sumatera Utara. Meliputi pembangunan pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Proyek diversifikasi aluminium, serta jalan tol Medan-Binjai.?

Groundbreaking tersebut dipusatkan di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2015).?

?Presiden Jokowi sempat terkejut saat mendapatkan laporan dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, bahwa kawasan industri Kuala Tanjung-Sei Mangkei itu berdiri di areal seluas 2000 hektar (Ha), di luar pelabuhan yang mencapai luas 200 hektar.?

?Mendengar laporan Gubernur Sumut, Presiden Jokowi langsung memerintahkan kepada Menteri BUMN dan Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk cek lapangan.? Ternyata, laporan itu benar, sehingga pemerintah memutuskan dan melihat anggarannya ada. ?

?”Kali ini adalah proyek terpadu, ada proyek Pelindo, ada Perkebunan, Jasa Marga, ada Inalum, ada swasta-swasta yang sebentar lagi juga masuk ke sini, PLN, semuanya masuk, memang ini adalah sebuah proyek terpadu. Kita harapkan, saya berikan target dalam dua tahun, Maret dua tahun lagi harus selesai dan saya resmikan,” kata Jokowi didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

?Menurut Jokowi, ini adalah sebuah proyek yang pertama dan sangat ambisius. Namun setelah melihat dari atas, Jokowi meyakini ini adalah proyek yang sangat realistis tetapi memang harus dikerjakan secara keroyokan, bersama-sama secara gotong royong.?

?Setelah proyek ini selesai, ia berjanji akan mendorong masuk ke dalam zona industri ke kawasan industri di Sei Mangkei. Apalagi jika dalam waktu yang bersamaan nantinya, pelabuhannya selesai industrinya juga siap dua tahun lagi.?

?”Kita harapkan kawasan ini jadi kawasan pertama pelabuhan terbesar yang ada di Indonesia bagian Barat dengan kapasitas akhir nanti pelabuhan ini adalah 60 juta terus per tahun, karena Tanjung Priok dua tahun baru bisa mencapai kurang lebih 15 juta,” jelasnya.

?Dengan adanya kawasan industri sekaligus didukung pelabuhan yang menjadikan kawasan Sei Mengkei sebagai kawasan besar, Presiden Jokowi berharap nantinya ekspor-ekspor bahan mentah yang ada di kawasan Indonesia bagian Barat itu sudah tidak ada lagi.?

?”Semuanya sudah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi dan kita ingin ekspornya juga naik, dan pada akhirnya nanti neraca perdagangan kita menjadi sebuah neraca perdagangan yang surplus yang positif, dan tentu saja pertumbuhan ekonomi kita akan bisa melompat naik setinggi-tingginya,”pungkasnya.

Sumber : http://economy.okezone.com/

.
Jokowi ke Sumut, Resmikan KEK Sei Mangkei dan Tinjau Inalum

[MEDAN] Presiden RI Joko Widodo kembali berkunjung ke Sumatera Utara (Sumut). Sebelumnya Jokowi ke Sumut saat blusukan pertama setelah dilantik, mengunjungi pengungsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, 29 Oktober 2014 lalu.

Kunjungan kerja Jokowi ke Sumut, Selasa (27/1) untuk meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, di Kabupaten Simalungun serta berkunjung ke PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium) di Kabupaten Batubara, Asahan.

PT Inalum adalah proyek patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang selama 30 tahun ini dikuasai asing. Sejak 2013, telah diserahkan dan baru dikelola sepenuhnya oleh Pemerintah RI.

“Untuk kunjungan Presiden RI ini, Polri mengerahkan 2.329 personel untuk mengamankan di dua lokasi dimaksud, baik pengamanan terbuka ataupun secara tertutup,” kata Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (26/1).

Role Model
Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho menyatakan, dengan diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei oleh Presiden RI Jokowi, maka akan menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai role model bagi KEK lain di seluruh Indonesia. Alasannya, karena berbagai indikator untuk menjadi role model telah terpenuhi dalam KEK Sei Mangkei.

Indikator itu, seperti kesiapan infrastruktur di dalam kawasan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), meliputi administrator KEK dan Badan Usaha Pengelola KEK dan perangkat pengendali administrasi. Investor bahkan telah beroperasi di dalam KEK Sei Mangkei, dan terakhir diresmikan oleh Presiden Ri dalam hal ini Joko Widodo.

“Dengan peresmian KEK Sei Mangkei yang akan dicanangkan Presiden Jokowi, akan menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai role model bagi KEK lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Gatot dalam siaran persnya, di Medan, Senin (26/1).

Gatot memastikan, secara prinsip Pemerintah Provinsi Sumut akan menjadi ujung tombak percepatan beroperasinya KEK Sei Mangkei. Apalagi, operasional KEK Sei Mangkei akan terintegrasi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pendukung utama jalur distribusi antarkedua lokasi tersebut, khususnya yang berbasis pada kelapa sawit, karet dan potensi perkebunan di Sumut.

“Semua pihak terkait di Sumut, dipastikan akan memberikan pelayanan prima bagi KEK Sei Mangkei. Hal ini akan menambah daya tarik investasi di KEK Sei Mangkei sekaligus menjadi promosi tersendiri bagi investasi-investasi yang lain,” ujar Gatot.

Saat ini dikatakan, PT Unilever menjadi investor pertama yang telah berinvestasi di KEK Sei Mangkei. Pihaknya berjanji akan meningkatkan upaya promosi bagi daya tarik investasi lain berskala nasional dan internasional di dalam kawasan KEK Sei Mangkei.

Sumber : http://sp.beritasatu.com/




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia