TRANSLATE

TNI AU Kaji Ulang Rencana Strategis

Rabu, 28 Januari 2015

TNI AU Kaji Ulang Rencana Strategis

JAKARTA – Sesuai kebijakan pemerintah dengan visi sebagai poros maritim dunia, TNI AU perlu mengaji ulang rencana strategis 2015–2019 secara cepat dan cermat. Hal ini harus dilakukan agar dapat mendukung sekaligus memiliki andil besar dalam mewujudkan visi tersebut.

“Personel TNI AU harus selalu semangat dalam setiap pelaksanaan tugas dan menanamkan dalam diri bahwa tidak ada hal yang tidak bisa. Yang ada adalah mau atau tidak mau untuk memberikan hasil yang terbaik,” kata Kepala Staf TNI AU (Kasau), Marsdya TNI Agus Supriatna, saat melantik sembilan pejabat TNI AU, di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut Agus, tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks. Kebutuhan alutsista beserta sarana dan prasarana sebagai penjaga kedaulatan NKRI menyebabkan TNI AU harus bekerja lebih keras, berpikir cerdas, bertindak adaptif, serta mengaji secara komprehensif agar kompleksitas tantangan yang akan dihadapi dapat segera diantisipasi.

Budaya Transparan

Kasau, seperti dikutip Antara, menekankan para pejabat yang baru saja melaksanakan serah terima jabatan agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara maksimal. “TNI AU membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan tugas, namun jangan sampai keluar dari prosedur dan batas kewenangan yang telah ditetapkan. Bangun budaya yang sehat, bersih, transparan, dan mendidik,” ujar Kasau.

Sembilan jabatan di jajaran TNI AU yang diserahterimakan adalah Korsahli Kasau dari Marsda TNI Herry Wibowo Eslah kepada Marsda TNI Usra Hendra, Aspam Kasau dari Marsda TNI Zulhasymi kepada Marsma TNI Masmun Yan M, Aslog Kasau dari Marsda TNI Sudipo Handoyo kepada Marsda TNI M Nurrullah. Jabatan lainnya adalah Dankodikau dari Marsda TNI M Nurrullah kepada Marsma TNI Rasrendro Bowo S, Danseskoau dari Marsda TNI Polter Gultom kepada Marsma TNI Anang Murdianto.

Selain itu, juga Kadisdikau dari Marsma TNI Anang Murdianto kepada Marsma TNI Eko Supriyanto, Kadislitbangau dari Marsma TNI Subarno kepada Kolonel Tek Suharto yang sebelumnya menjabat Sesdislitbangau, Kadiskomlekau dari Marsma TNI M Sigalingging kepada Kolonel Lek Moch Khasani yang sebelumnya menjabat Dosen Utama Seskoau, dan Kadisadaau dari Marsma TNI Yuri Affifuddin Anwar kepada Kolonel Kal H Hendi Haryoko yang sebelumnya menjabat Sesdismatau.

Sumber : http://www.koran-jakarta.com/

.
Pesawat Latih TNI AU Jalani Perawatan Rutin

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Dalam suatu penerbangan, kondisi pesawat harus tetap diperhatikan. Hal itu selain untuk memperlancar proses penerbangan, juga untuk menunjang keselamatan penerbangan.

Terkait hal tersebut pesawat latih TNI AU yang berada di Lanud Adisutjipto secera berkala menjalani periodic inspection.

Komandan Skadron Teknik 043, Letkol Tek Rudito Dwi Wibowo, menjelaskan bahwa perawatan rutin pesawat latih bertujuan untuk meyakinkan kondisi material pesawat dalam kondisi seperti semula dan baik.

“Selain itu juga bertujuan untuk kesiapsiagaan dalam mendukung pelaksanakan tugas pokok Lanud Adisutjipto sebagai pangkalan pendidikan dan operasional,” jelasnya Senin, (26/1/2015).

Banyak yang mengira bahwa perawatan atau maintenance pesawat hanya meliputi perbaikan dan pergantian bagian atau komponen, termasuk cairan untuk pelumasan atau yang biasa disebut servicing.

Sementara dalam dunia penerbangan, maintenance mengandung makna yang sangat luas cakupannya. Perawatan merupakan sesuatu yang mutlak dan harus dilakukan agar pesawat yang dioperasikan benar-benar laik terbang dan memberikan keamanan dan kenyamanan.

Kasihar Skadron teknik 043 Mayor Tek Dedi Eko menjelaskan secara detil bahwa maintenance pesawat terbang yang dilakukan di Lanud Adisutjipto terbagi menjadi dua yaitu perawatan ringan yang terpusat di Skadron pendidikan (Skadik 101 dan 102) serta perawatan sedang yang berada di Skadron Teknik 043.

Saat ini di hanggar Skatek 403 sendiri tengah dilakukan perawatan rutin terhadap pesawat latih Charlie, KT-01 Wong Bee dan Grob 120. Untuk pesawat Charlie, setelah menempa 100 jam terbang, maka pihaknya akan melakukan test flight yang meliputi test enginee, Air frame, Brake System, Avionik dan flight control.

Sedang untuk KT-01 Wong Bee perawatan periodiknya setelah pesawat melampaui 500 jam dan kelipatannya. Hal yang berbeda diberlakukan untuk pesawat Grob 120, dimana perawatan testflight bila mencapai 300 jam terbang. Perawatan sendiri dilakukan oleh pilot dan JMU (juru montir udara).




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia