TRANSLATE

UMM Anugerahkan Jas Kehormatan pada KASAD TNI

Selasa, 7 April 2015

UMM Anugerahkan Jas Kehormatan pada KASAD TNI

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melanjutkan hubungan baiknya dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kali ini, UMM kedatangan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Gatot Nurmanto untuk mengisi stadium general yang berlangsung di UMM Dome, Senin (6/4).

Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eko Wiratmoko juga turut hadir dalam kegiatan ini. Tahun lalu, UMM kedatangan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, juga untuk menyampaikan stadium general. Begitu pula Pangdam V Brawijaya periode 2010-2013 Mayjen TNI Murdjito dan Komandan Korem 083 Baladika Jaya Kol Arm Totok Imam Santoso yang juga pernah mengunjungi UMM untuk kegiatan berbeda.

Menariknya, UMM memiliki tradisi menyematkan jas almamater kampus ini pada jajaran TNI yang hadir sebagai simbol penganugerahan keluarga kehormatan UMM. Pada kegiatan yang dihadiri lebih dari 8000 mahasiswa ini, Gatot Nurmanto juga disematkan jas almamater sebagai tanda kehormatan.

Dalam pidatonya, Gatot Nurmanto menjelaskan tentang penguatan mental generasi muda menghadapi perang proxi (proxy war) dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Saya percaya, Anda-lah penentu keutuhan bangsa ini,” ucapnya disambut applause ribuan mahasiswa yang memadati gedung bundar ini seperti dalam rilis yang diterima Republika Online.

Sebelum dimulainya stadium general, mahasiswa dihibur atraksi beladiri Yong Modo yang ditampilkan oleh tim dari Kodam V Brawijaya. “Yong Modo merupakan bukti bahwa TNI siap mempertahakan NKRI dengan cara apapun, sekalipun senjata sudah tak lagi di tangan,” kata Letnan Kolonel Inf Didik Suriadi sembari mengarahkan tim Yong Modo ini.

.
Indonesia Harus Waspada Hadapi ‘Proxy War’

[MALANG] Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, bangsa ini harus siap menghadapi berbagai tantangan jika ingin mewujudkan Indonesia emas 2045.

Demikian pula dengan ancaman perang yang akan segera dihadapi bangsa ini yaitu perang energi. Berbagai gejala yang mengarah pada perang tersebut bahkan sudah mulai tampak, salah satunya melalui perang proxi (proxy war).

“Proxy war adalah perang dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pengganti perang secara langsung untuk menghindari risiko kehancuran fatal,” kata Jenderal (TNI), Gatot Nurmantyo di hadapan lebih dari 8.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dalam stadium general bertema, Penguatan Mental Generasi Muda dalam Menghadaopi Proxy War Guna Memantabkan Ketutuhan NKRI’ di Dome UMM, Kota Malang, Senin (6/4) sore.

Gatot lebih lanjut mengambil contoh lepasnya Timor Timur dari Indonesia adalah nyata proxy war. Katanya, Australia kala itu membantu Timor Timur untuk lepas dari Indonesia, karena ingin menguasai cadangan minyak yang melimpah di daerah Celah Timor tersebut.

“Presiden Xanana Gusmao waktu itu mengonfirmasi langsung bahwa hal ini benar. Bahwa Australia berada di balik lepasnya Timor Timur,” tandas Gatot.

Agar negara kita tidak mudah terprovokasi, bangsa Indonesia yang sudah mempunyai modal yang kuat yakni ideologi Pancasila, diharapkan terus dipupuk dan dikembangkan agar menjadi landasan yang kokoh bagi anak cucu kita.

“Kita punya ideologi yang khas, yang tidak ditiru negara manapun. Kita punya cara beragama yang diatur dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita punya cara bersosial yang diatur dalam keadilan yang adil dan beradab. Kita punya semangat kebangsaan dengan persatuan Indonesia. Kita punya cara bernegara dengan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan semuanya bermuara kepada tujuan nasional kita, untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas dia.

Sebagai penutup, Gatot menyemangati mahasiswa yang memenuhi hall UMM Dome untuk aktif membangun bangsa dengan ilmu yang dipelajari selama kuliah.

“Ilmu saja tidak cukup. Harus dibekali keimanan agar ilmu tersebut tidak disalahgunakan,” kata Gatot Nurmantyo yang dengan kesabarannya menuruti permintaan para mahasiswa untuk foto kenang-kenangan bersama.

Jas Almamater

Jika Rektor UMM Prof Dr H Muhadjir Effendy MAP menyerahkan jas almamater sebagai keluarga kehormatan UMM kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko, usai menyampaikan stadium general tahun 2014 yang lalu, kali ini kembali Pembantu Rektor II Drs Fauzan MPd., mewakili Rektor UMM yang berada di Makassar, memberikan jas yang sama kepada Jenderal TNI Gatot Nurmatyo.

“Saya bangga menjadi warga kehormatan almamater UMM. Saya juga percaya, Anda-andalah penentu keutuhan dan kemajuan bangsa ini,” ujarnya disambut tepukan tangan meriah ribuan mahasiswa yang memadati gedung bundar itu.

sumber : http://sp.beritasatu.com/nasional




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia