TRANSLATE

Menhan Pimpin Upacara Bela Negara di Silang Monas

Selasa, 6 September 2016

Menhan Pimpin Upacara Bela Negara di Silang Monas

Jakarta – Ribuan orang mengikuti upacara bela negara di Silang Monas pagi ini. Upacara dipimpin oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Upacara bertempat di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016) dan dimulai pukul 08.00 WIB. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah CEO Stechoq Robotika Indonesia Malik Khidir.

Peserta upacara berasal dari beragam unsur, di antaranya perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait, TNI, Polri, Forum Bela Negara, Pramuka, Menwa, Linmas, mahasiswa, ormas, dan komponen bangsa lainnya.

Setelah mengheningkan cipta sejenak, selanjutnya adalah membacakan ikrar bela negara oleh seluruh peserta upacara. Berikut adalah ikrar bela negara yang dibacakan:

Kami Warga Negara Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa dalam rangka menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa, demi kelangsungan hidup NKRI, berjanji untuk selalu bersikap dan berperilaku:

1. Mencintai tanah air
2. Memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara
3. Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara
4. Rela berkorban untuk bangsa dan negara
5. Memiliki kemampuan awal bela negara

Menhan meminta maaf karena seharusnya yang memimpin apel adalah Presiden Joko Widodo. Namun ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

Tampak hadir di Silang Monas yakni Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Sumber : detik

Menhan Gantikan Jokowi Pimpin Apel Nasional Bela Negara

JAKARTA – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memimpin apel Gelar Nasional Bela Negara di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Apel ini sebelumnya dijadwalkan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hanya saja karena Jokowi berhalangan hadir, apel dipimpin oleh Menteri Pertahanan.

“Apel ini sedianya yang menjadi inspektur upacara adalah bapak Presiden. Tapi karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, beliau memerintahkan kepada saya untuk memimpin apel,” kata Ryamizard di Lapangan Monas, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Ryamizard mengatakan, program yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini akan lebih disebarluaskan. Ke depan, Kemenhan akan menggandeng perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk merekrut para mahasiswanya menjadi bagian dari bela negara.

“Dalam waktu dekat kita akan bertemu para rektor, para gubernur agar menyampaikan kepada Mendikbud, Mendikti, agar seragam cara menyampaikan bela negara pada seluruh rakyat,” katanya. Ryamizard menargetkan jumlah kader bela negara mencapai 100 juta.

“Tapi kan kita tidak dari nol, kita sudah di atas 50 juta. Yang dulu-dulu kan dihitung, pramuka, Menwa, itu kan sudah bela negara itu, jadi tidak dari nol,” jelas Ryamizard.

Apel ini juga dihadiri beberapa pejabat, seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal Moelyono, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Sedikitnya ada 10.000 peserta apel yang berasal dari TNI, Polri, Forum Bela Negara, Pramuka, Menwa, Linmas, mahasiswa, ormas, organisasi pemuda, dan para siswa sekolah.

Sumber : okezone

Menhan Target 100 Juta Kader Bela Negara

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, umur program bela negara telah mencapai satu tahun. Ryamizard mengaku akan terus melakukan rekrutmen terhadap elemen bangsa dalam program tersebut.

Hal itu disampaikan Ryamizard usai menggelar Apel Nasional Bela Negara di Silang Monas, Jakarta Pusat. ?Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melibatkan kalangan akademisi, Mendikbud dan Menristek untuk memperluas kader bela bangsa.

?”Kalau targetnya kan seratus juta, tapi kan kita tidak dari nol, kita sudah di atas 50 juta?,” kata Ryamizard di Monas, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Jumlah itu lanjut Ryamizard, sudah terhitung dari gerakan Pramuka dan Resimen Mahasiswa atau Menwa yang sejak awal sudah dibekali pemahaman dan pendidikan bela negara.

Ryamizard mengatakan, target kaderisasi bela negara akan memperluas ke wilayah pendidikan, termasuk level perguruan tinggi?. “Yang dulu-dulu kan dihitung, pramuka, menwa, itu kan sudah bela negara itu, jadi tidak dari nol,” pungkasnya.

Sumber : Sindo

Anggaran Dipangkas Rp2,3 T, Menhan: Yang Penting Rakyat Terus Hidup

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku anggaran untuk pertahanan telah dipangkas hingga mencapai Rp 2,3 triliun dari total anggaran yang disediakan sebelumnya.

“(Pemangkasan Anggaran) ?kena semua bulan lalu (anggaran pertahanan dipangkas) Rp2,3 triliun,” ujar Ryamizard di Silang Monas, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Anggaran pertahanan sejatinya untuk kebutuhan belanja prajurit dan belanja alutsista. Terkait pemangkasan anggaran ini, Ryamizard mengaku tak memengaruhi rencana pertahanan yang sudah dirancangnya.

“Tapi yang penting bagaimana rakyat ini terus hidup. Termasuk tentara, tentara rakyat, rakyat dulu disejahterakan baru mudah-mudahan ekonomi bagus ke depan,” ucapnya.

Menurut Ryamizard, pihaknya akan memprioritaskan belanja pertahanan termasuk prioritas belanja alutsista dengan anggaran yang tersedia. Meski begitu, Ryamizard belum mau merinci prioritas apa saja yang akan dibelinya.

“Pasti ada tapi nanti (prioritas belanja Alutsista),” kata mantan KSAD ini.

Sumber : Sindo

Menhan Ryamizard: Jumlah Anggota Abu Sayyaf Tinggal Setengah

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terus berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Filipina terkait pembebasan WNI yang ditawan kelompok sipil bersenjata, Abu Sayyaf. Terakhir, dia mendapat kabar, penyerangan yang dilakukan militer Filipina membuahkan hasil.

“Saya selalu berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Filipina. Kemarin di Basilan itu ditemukan markas besarnya ada di dalam tanah. Jadi Basilan sudah bersih,” ujar Ryamizard usai Apel Gelar Nasional Bela Negara di Silang Monas, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menurut dia, pascapenyerangan ke jantung pertahanan kelompok Abu Sayyaf, anggota komplotan itu diyakini semakin sedikit. Purnawirawan jenderal bintang empat itu memperkirakan kekuatan Abu Sayyaf tinggal setengah.

“Kalau saya hitung jumlah mereka kan 300 (orang) yang sudah tewas itu sudah 100 lebih, belum lagi yang luka-luka dari laporan mungkin 115-120 orang. Jadi cukup signifikan. Kita berterima kasihlah pada Pemerintah Filipina yang benar-benar serius menangani ini,” kata Ryamizard.

Mantan KSAD itu menyatakan serangan besar-besaran militer Filipina patut diapresiasi. Keseriusan Pemerintah Filipina dalam mengerahkan pasukan juga tidak main-main.

“Dia mengarahkan cukup banyak 10.000 pasukan. 10.000 pasukan tuh bukan sedikit itu. Pengerahannya membutuhkan biaya yang banyak dan itu dilakuin. Hasilnya, separuh kekuatan Abu Sayyaf lumpuh,” pungkas Ryamizard.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia