TRANSLATE

Menhan Minta Semua Pihak Waspada ISIS

Rabu, 14 Desember 2016

JAKARTA, KOMPAS.com  Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta semua pihak untuk waspada terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

ISIS sudah menjadi musuh bangsa, dan pengamanannya harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh Polri atau TNI.

Hal itu disampaikan Ryamizard menyikapi serangan tersangka teroris di Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (20/10/2016) pagi.

“Di dunia udah ribut itu (ISIS). Makanya semua, kita harus waspada, enggak boleh polisi doang, tentara doang,” kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan, serangan atas nama ISIS tak boleh terjadi lagi. Pertahanan negara harus terus ditingkatkan. Salah satunya melalui program bela negara.

“Bela negara diikuti. Lengkap di situ. Ada di bela negara. Kalau tahu bela negara. Udah tahu cara-cara (pertahanan),” tuturnya.

Kapolsek Tangerang Kompol Effendi bersama dua anggota kepolisian lainnya diserang oleh orang tidak dikenal pada Kamis pagi.

Pelaku berinisial SA (21) sekitar pukul 07.00 WIB terlebih dulumenempel sebuah stiker dengan logo mirip ISIS di pos polisi depan sekolah Yupentek.

Anggota polisi yang diserang pertama-tama adalah Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang Inspektur Satu Bambang Haryadi dan anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Tangerang Bripka Sukardi.

Tak lama kemudian, Effendi yang berada tidak jauh dari lokasi berusaha menahan SA. Namun, Effendi malah ikut diserang.

“Sesuai prosedur, karena pelaku menyerang terlebih dahulu, kami lakukan penembakan di kaki. Namun, pelaku masih juga menyerang, lalu Kapolsek menembak lagi perut pelaku. Kondisinya sekarang kritis dan sudah dibawa ke RS PolriKramatjati,” tutur Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Irman Sugema.

Menhan Ryamizard Minta Masyarakat Waspadai ISIS

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta seluruh masyarakat Indonesia turut mewaspadai ancaman serangan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Menurutnya, serangan ISIS tidak hanya mengincar aparat.

Pernyataan itu ia sampaikan usai aksi seorang pemuda berinisial SA (22) yang menyerang Pos Polisi Lalu Lintas di kawasan Kota Tangerang, Banten, sekitar pukul 07.30 hari ini (20/10).

“Makanya semua harus waspada. Tidak boleh polisi, tentara saja. Karena itu musuh bersama. Musuh bangsa ini. Bangsa ini harus mengamankan juga,” kata Ryamizard di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/10).

Aksi serangan ISIS menurut Ryamizard telah melanda seluruh dunia. Untuk itu, perlu ada peningkatan pertahanan negara, salah satunya melalui program bela negara.

“Bela negara diikuti. Lengkap di situ. Ada di bela negara. Kalau tahu bela negara, sudah tahu cara-caranya ya,” ujar Ryamizard.

Pagi tadi, Kepala Kepolisian Sektor Tangerang Komisaris Effendi bersama dua anak buahnya, Inspektur Satu Bambang Haryadi dan Brigadir Polisi Kepala Sukardi diserang seorang pemuda berinsial SA (22).

Dalam aksi itu polisi berhasil mengamankan barang bukti dari tangan tersangka, di antaranya satu buah pisau, satu buah badik dan sarungnya, dua buah benda yang diduga bom pipa, satu buah tas berwarna hitam, satu buah stiker ISIS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com dari kepolisian, SA adalah Daulah Islamiah jaringan Ciamis, Jawa Barat.

SA diduga bergabung dengan kelompok Daulah Islamiah jaringan Ciamis, Jawa Barat sejak 2015 silam. SA diduga menjadikan polisi sebagai target serangannya.

Istilah Daulah Islamiyah menurut Pengamat teroris dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, merujuk pada negara yang dideklarasikan ISIS di Suriah. Sementara di negara lain, para pengikutnya disebut Anshorut Daulah yang berarti simpatisan atau penolong negara.

“Mereka memang punya punya rencana aksi, tapi prioritas mereka itu pindah ke Suriah, tidak dalam bentuk aksi yang tidak bermutu menyerang seperti ini,” kata Harits kepadaCNNIndonesia.com, Kamis (20/10).

Para pengikut ISIS ini memang ada di Indonesia. Namun, kata Harits, sifatnya lebih cair yang terdiri dari kelompok-kelopok kecil. Mereka kemudian terhubung satu sama lain sebagai simpatisan kelompok radikal ini.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia