Program Bela Negara Bisa Masuk Kurikulum Pendidikan
Jumat, 5 Mei 2017
Jakarta, GATRAnews – Penasehat Lembaga Studi Strategi Budaya Nusantara, Mustajab Latief menjelaskan, program pelatihan bela negara yang digagas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu harus segera dijalankan.
Menurut Mustajab, keadaan NKRI saat ini diambang perpecahan lantaran ada segelintir orang yang intoleran. Hal tersebut diyakininya akan memecah belah NKRI secara perlahan.
“Kemenhan harus bergerak cepat dan berada digarda terdepan dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Jangan terlalu berhati-hati dalam bersikap, bila perlu sikat yang mengancam keutuhan bangsa,” ujar Mustajab kepada GATRAnews, Kamis, (4/5).
Dalam program bela negara sendiri menanamkan ideologi Pancasila, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara. Bahkan, seyogyanya bela negara harus masuk dalam kurikulum pendidikan.
Pria yang biasa disapa Mas Mus itu, menambahkan, apa yang telah dilakukan oleh Kementrian Pertahanan sudah tepat. Program kerja yang dicanangkan sudah benar.
Menurut Mus, bukan pada tempatnya jika ada yang mengatakan Menhan Ryamizard Ryacudu tidak berhasil dan terkesan sia-sia dalam setiap menjalankan programnya. “Beliau itu lahir dari tentara, paham betul mengenai pertahanan. Sejujurnya sih beliau tepatnya jadi panglima,” jelasnya.
Mas Mus menambahkan, posisi Menhan sudah tepat pada orangnya.
Tidak perlu lagi ada perubahan struktur kabinet, mengingat situasi Internasional sedang tidak bagus.
Ditambahkan oleh Mustajab, beberapa program kerja yang diluncurkan oleh Menhan seperti bela negara hampir semua Organisasi kepemudaan dilibatkan dalam program tersebut. “Itu bukti dari keseriusan menhan melibatkan para pemuda untuk bersama-sama dalam kegiatan bela negara,” imbuhnya.
Sejauh ini program bela negara kemenhan menurut Mustajab, merupakan pemantapan pengetahuan wawasan yng menjadi bagian dalam memikirkan nasib bangsa kedepan. Untuk itu kami dari okp mendukung Menhan karena sejalan dengan misi organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.
.
Program Bela Negara Seyogyanya Bisa Masuk Kurikulum Pendidikan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penasihat Lembaga Studi Strategi Budaya Nusantara, Mustajab Latief menilai program pelatihan bela negara yang digagas Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, harus diimplementasikan.
Lewat program tersebut, menurut Latief, ideologi Pancasila, dan rela berkorban untuk bangsa dan negara bisa ditanamkan.
“Kemenhan harus bergerak cepat dan berada digarda terdepan dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Jangan terlalu berhati-hati dalam bersikap. Bila perlu sikat yang mengancam keutuhan bangsa,” ujar Latif, dalam keterangan yang diterima, Rabu (3/5/2017).
Implemestasi program tersebut, kata Latif, seyogyanya masuk dalam kurikulum pendidikan. Terlebih bela negara relevan untuk kondisi saat ini.
Pria yang biasa disapa Mas Mus itu, menambahkan, apa yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sudah tepat. Khususnya, terkait program kerja yang dicanangkan Ryamizard.
“Beliau itu lahir dari tentara, paham betul mengenai pertahanan,” jelasnya.
Sementara itu, organisasi kepemudaan (OKP) Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII), menganggap apa yang telah dijalankan oleh Kemenhan sangat positif. Dalam hal ini, program bela negara yang dicanangkannya.
Selain itu, Rahmat mengatakan, beberapa program kerja yang diluncurkan oleh Menhan, sebagian besar melibatkan semua OKP.
Artinya, itu membuktikan keseriusan Menhan melibatkan para pemuda untuk bersama-sama dalam kegiatan bela negara.
Sejauh ini program bela negara Kemenhan, kata Rahmat, merupakan pemantapan pengetahuan wawasan. Sekaligus, menjadi bagian dalam memikirkan nasib bangsa ke depan.
“Untuk itu, kami dari OKP mendukung Menhan. karena sejalan dengan misi organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Seharusnya negara memberikan apresiasi terkait apa yang telah dilakukan Menhan,” katanya.