TRANSLATE

Menhan tingkatkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN lawan teroris

Selasa, 6 November 2018

Merdeka.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menghadiri Pertemuan menteri pertahanan se-ASEAN atau ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM) dan ADMM Plus Tahun 2018, di Singapura, Jumat (19/10). Pertemuan itu membahas perkembangan hubungan bilateral dan multilateral dari masing-masing negara, isu-isu regional, kontra terorisme, penanggulangan bencana, Laut China Selatan dan lainnya.

Menhan mengatakan, titik berat peningkatan kerja sama pertahanan antarnegara dan antarkawasan saat ini, adalah suatu bentuk dan mekanisme kerja sama penanganan dua ancaman nyata yang aktual dan realistik yaitu ancaman terorisme dan bencana alam.

“Tidak mengenal batas negara, tidak mengenal agama, tidak mengenal waktu serta tidak memilih korbannya,” ujar Menhan Ryamizard Ryacudu.

Menurutnya, ancaman teroris yang dihadapi saat ini adalah dari generasi ketiga yaitu kembalinya para militan asing dari Timur tengah. Di samping itu, kelompok ini juga mengalami evolusi dari yang bersifat tersentralisasi menjadi terdesentralisasi.

“Berdasarkan data Intelijen, ada sekitar 31.500 pejuang ISIS asing yang bergabung di Suriah dan Irak. dari jumlah tersebut 800 berasal dari Asia Tenggara, serta 700 dari Indonesia. Pola operasi dan taktik kelompok teroris ini akan terus berevolusi dan mengalami perubahan agar tidak mudah dideteksi oleh aparat keamanan,” ungkapnya.

Kelompok ISIS ini kata Menhan, menggunakan modus baru serangan terorisme yang dilakukan oleh satu keluarga utuh dan terjadi di beberapa tempat sepertiSurabaya. Konsep dan ideologi sesat seperti ini yang harus diperangi bersama.

“Kita tidak dapat memberikan celah sedikit kepada kelompok teroris dan radikal untuk berkembang, dan mengambil Inisiatif serangan terlebih dahulu di seluruh kawasan di dunia,” ujarnya.

Oleh karenanya kata Menhan, pertemuan ini menjadi penting di tengah upaya untuk mencari format dan platform kerja sama kolektif yang efektif, baik bersifat strategis maupun operasional. Penangangan ancaman terorisme harus dilakukan secara integral dan komprehensif yang meliputi aspek fisik dan aspek nonfisik.

“Karena seperti yang sering saya kemukakan bahwa penanganan masalah teroris dengan hard power hanya berkontribusi 1-2 persen, sisanya yang 98 persen adalah dengan pendekatan soft power. Implementasi konkret dan komprehensif bentuk kerja sama tersebut di antaranya adalah kerja sama antarlembaga pertahanan keamanan; pertukaran informasi dan intelijen; serta kolaborasi kapabilitas militer antarnegara pada level strategis; operasional dan taktis,” bebernya.

Indonesia kata Menhan juga telah mengambil langkah untuk menjaga pola pikir dan jiwa bangsa melalui pemantapan Ideologi Pancasila, sebagai satu-satunya ideologi negara yang final yang dikemas dengan kosep penanaman kesadaran bela negara.

Tujuan bela negara ini juga adalah penanaman nilai-nilai cinta Tanah Air; siap Berkorban untuk bangsa dan negara serta berbuat baik dan taat hukum serta menjauhi paham-Paham radikal.

Saat ini sudah terbentuk 85 juta kader bela negara, di mana pada akhir tahun masa Pemerintahan Presiden Jokowi ditargetkan mencapai 100 juta kader dari 260 juta penduduk.

“Sebagai Menteri Pertahanan, saya telah mengeluarkan kebijakan untuk menanamkan dan menguatkan konsep kesadaran bela negara sejak usia dini hingga ke perguruan tinggi. Sehingga anak-anak dan generasi muda yang belum terpengaruh akan semakin dikuatkan agar tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi radikal,” pungkasnya.

.

Menhan Ryamizard hadiri ADMM Plus di Singapura

Singapura (ANTARA News) ­ Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu menghadiri Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN atau ASEAN Defence Minister’s Meeting (ADMM) Plus Ke­5, di Hotel Shangri­la, Singapura, Sabtu. Pada Jumat (19/10), Menhan Ryamizard menghadiri ADMM ke­12 yang juga dihadiri oleh sembilan negara ASEAN yang merupakan anggota ADMM, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sementara ADMM Plus, merupakan bentuk perluasan kerja sama pertahanan ADMM dengan melibatkan delapan negara mitra wicara ASEAN, yakni Amerika Serikat, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Republik Korea (ROK), Selandia Baru, India dan Rusia. Dalam penandatangan deklarasi bersama yang dilakukan oleh para menteri pertahanan ASEAN di ADMM pada Jumat (19/10), menyepakati bahwa ASEAN akan mengadopsi Our Eyes yang diinisiasi oleh Indonesia sebagai platform berbagi informasi.

“Singapura akan membantu Indonesia dalam upaya ini guna memperkuat pembagian informasi strategis mengenai anti­terorisme di antara semua negara anggota ASEAN,” kata Menhan Singapura, Ng Eng Hen. Para menteri pertahanan ASEAN juga telah setuju untuk melakukan latihan maritim antara negara ASEAN dengan Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun depan. Para menteri pertahanan yang melakukan penandatanganan deklarasi bersama, yakni Menhan Singapura Ng Eng Hen, Menhan RI Ryamizard Ryacudu, Menhan Brunei Darussalam Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Hadji Yussof, Menhan Kamboja Samdech Pichey Sena Tea Banh, Menhan Laos Chansamone Chanyalath, Menhan Malaysia Mohamad Sabu, Menhan Myanmar Sein Win, Menhan Filipina Delfin N Lorenzana, Menhan Thailand Prawit Wongsuwon, dan Menhan Vietnam Ngo Xuan Lich.

Negara ASEAN sendiri akan melakukan latihan maritim dengan China dari 22 hingga 27 Oktober 2018, di lepas pantai selatan China, Zhanjiang, yang difokuskan pada latihan keamanan maritim, termasuk keselamatan maritim, pencarian, penyelamatan, dan evakuasi medis. Saat ini, kata Menhan Singapura, angkatan laut ASEAN sedang dalam perjalanan ke Zhanjiang di China untuk latihan maritim ASEAN­-China. 

“Latihan ini akan meningkatkan persahabatan dan kepercayaan antara negara­negara anggota ASEAN, Angkatan Laut China dan Angkatan Laut AS,” katanya.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia