TRANSLATE

Menhan: Memojokkan, Menjelek-jelekkan, Memfitnah Orang Itu Bukan Budaya Indonesia

Jumat, 7 Desember 2018

Merdeka.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan kejahatan akan merajalela di negeri bila orang baik diam saja dan tidak mengambil tindakan.

“Kalau orang baik diam saja, kejahatan akan makin merajalela. Jadi kita sebagai warga negara yang baik ya harus membela,” kata Ryamizard Ryacudu usai memberi orasi politik saat apel Ormas Patriot Garuda Nusantara di Lapangan Pancasila, Semarang, Sabtu (17/11).

Dia menyebut, tindakan menjelek-jelekkan tersebut seperti yang dilakukan pada masa kontestasi politik kepada lawannya justru tidak ada artinya.

“Kalau hati sudah memojokkan orang, menjelek-jelekkan, memfitnah orang ya sudah itu bukan budaya Indonesia, ingat, fitnah itu lebih kejam dari bunuh orang,” jelasnya.

Menurutnya, orang baik ialah orang yang hidup bersatu membela negara ini. Sebab, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai agama, suku, dan budaya. Ia kembali mengingatkan tentang Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama.

“Dari Aceh sampai Papua itu Indonesia. Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, itu Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat tidak perlu membahas tentang apakah nanti akan masuk surga atau neraka. Namun yang terpenting saat ini, hidup bersatu membela bangsa dan negara ini.

“Itu Tuhan yang menentukan masalah dosa. Politik jangan dikaitkan dengan agama,” katanya.

.

Menhan Ryamizard Semangati Aktivis Ormas Patriot Garuda Nusantara 

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sabtu (17/11/2018), menghadiri Apel Ormas Patriot Garuda Nusantara di di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/11/2018). Patriot Garuda Nusantara yang dideklarasikan Kiai Nuril Yaqin Ishak alias Gus Nuril dikenal publik setelah organisasi kemasyarakatan itu menolak dakwah Ustaz Abdul Somad.

Panitia mengklaim acara itu dihadiri 15.000 anggota Patriot Garuda Nusantara.  Dalam orasi kebangsaannya, Menhan Ryamizard Ryacudu mengajak aktivis Patriot Garuda Nusantara memperkuat peranan masyarakat sipil sebagai kekuatan bela negara dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menhan Ryamizard Ryacudu seusai memberi orasi politik saat Apel Ormas Patriot Garuda Nusantara itu sempat mengingatkan bahwa kejahatan akan merajalela di negeri ini apabila orang baik diam tanpa mengambil tindakan. “Kita ini semua orang baik. Kalau orang baik diam saja, kejahatan akan makin merajalela,” kata Ryamizard.

Menurut dia, orang baik ialah orang yang hidup bersatu membela negara ini. Ia kembali mengingatkan tentang bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai agama. “Dari Aceh sampai Papua itu Indonesia. Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, itu Indonesia,” kata purnawirawan jenderal berbintang empat ini.

Ia menilai masyarakat tidak perlu membahas tentang apakah nanti akan masuk surga atau neraka. “Itu Tuhan yang menentukan,” tegasnya.

Yang terpenting saat ini, menurut dia, justru hidup bersatu membela bangsa dan negara. Ia kembali menegaskan menjelek-jelekkan, memojokkan dan memfitnah orang lain itu tidak ada artinya. “Kalau hati sudah memojokkan orang, menjelek-jelekkan, memfitnah orang, ingat, fitnah itu lebih kejam dari bunuh orang,” katanya.

.




Hak Cipta © Kementerian Pertahanan Republik Indonesia